Dari Satu Pasar ke Tujuh Pasar, Pemkab Grobogan dan Bank Jateng Percepat Digitalisasi Retribusi

Intan Maylani Sabrina • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 08:27 WIB
LAUNCHING: Bupati Grobogan saat melakukan launching e-retribusi di tujuh pasar.
LAUNCHING: Bupati Grobogan saat melakukan launching e-retribusi di tujuh pasar.

GROBOGAN- Pemkab Grobogan resmi meluncurkan Sistem E-Retribusi Pengelolaan Pasar sebagai langkah mempercepat digitalisasi pelayanan publik sekaligus meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi pengelolaan retribusi pasar. 

Peluncuran dilakukan di Alun-Alun Purwodadi, Minggu (19/7/2026) malam, bertepatan dengan kegiatan nonton bareng final Piala Dunia FIFA 2026.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Grobogan Pradana Setyawan mengatakan sistem e-retribusi merupakan hasil kolaborasi pemkab bersama Bank Jateng dalam mendukung transformasi digital pengelolaan pasar rakyat.

Usai diluncurkan, sistem tersebut langsung diterapkan di tujuh pasar daerah, yakni Pasar Pagi, Pasar Induk Purwodadi, Pasar Agro Hortikultura, Pasar Glendoh, Pasar Danyang, Pasar Tuko, dan Pasar Tegowanu.

"Setelah acara ini, Insya Allah sistem akan diimplementasikan di tujuh pasar daerah," ujar Danis.

Menurutnya, penerapan e-retribusi menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor perdagangan. 

Dengan sistem pembayaran non-tunai, seluruh transaksi retribusi tercatat secara elektronik sehingga lebih tertib, transparan, memudahkan pengawasan, sekaligus memperkuat pengelolaan pendapatan daerah.

Sementara itu, Pimpinan Bank Jateng Cabang Purwodadi Cahya Imanuddin Firmansyah mengatakan digitalisasi retribusi pasar di Grobogan dimulai sejak 2023 melalui penerapan e-retribusi di Pasar Nglejok sebagai pilot project.

"Bukti keseriusan Bank Jateng untuk membawa perubahan digitalisasi di Kabupaten Grobogan diawali dari langkah kecil pada 2023. Saat itu Pasar Nglejok menjadi pilot project e-retribusi pasar," ujarnya.

Firman menjelaskan, kolaborasi yang terus terjalin dengan Pemkab Grobogan membuat inovasi tersebut berkembang pesat hingga kini diterapkan di tujuh pasar daerah.

"Alhamdulillah pada 2026 ini implementasi e-retribusi telah merambah ke tujuh pasar. Perjalanan ini mencerminkan komitmen bersama dalam menghadirkan pengelolaan retribusi yang lebih transparan, akuntabel, dan modern," katanya.

Ia menegaskan Bank Jateng bangga menjadi bagian dari transformasi digital di Grobogan. 

Menurutnya, elektronifikasi transaksi daerah tidak hanya memberikan kemudahan bagi pedagang dalam membayar retribusi, tetapi juga mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta memperkuat implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).

"Kami berharap semakin banyak inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Grobogan dan mendorong pelayanan publik yang semakin modern serta efisien," imbuh Firman.

Bupati Grobogan Setyo Hadi menegaskan seluruh pembayaran retribusi pasar ke depan dilakukan secara non-tunai dan tercatat secara elektronik. 

Dengan sistem tersebut, setiap transaksi dapat dipantau sehingga meminimalkan kesalahan pencatatan dan memperkuat pengawasan penerimaan daerah.

Ia meminta seluruh petugas pasar menjadi agen perubahan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. 

Setyo Hadi juga mengajak para pedagang mendukung penerapan e-retribusi karena dinilai lebih praktis, aman, transparan, serta memiliki bukti pembayaran yang jelas.

"Pemkab berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan di pasar rakyat agar tetap menjadi pilihan utama masyarakat. 

Keberhasilan sistem ini tidak hanya diukur dari banyaknya pengguna, tetapi juga meningkatnya kualitas pelayanan, kepatuhan membayar retribusi, PAD, serta tumbuhnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah," tegasnya.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty turut mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Grobogan bersama Bank Jateng dalam menerapkan digitalisasi retribusi pasar rakyat. 

Menurutnya, penerapan sistem pembayaran elektronik bukan sekadar mengubah transaksi dari tunai menjadi non-tunai, melainkan menjadi wujud komitmen menghadirkan pelayanan publik yang lebih mudah, transparan, akuntabel, dan efisien. 

Ia menilai pasar rakyat memiliki peran strategis sebagai penggerak UMKM, pencipta lapangan kerja, sekaligus penopang perekonomian daerah, sehingga digitalisasi menjadi langkah penting untuk memperkuat daya saing pasar tradisional di tengah perkembangan ekonomi digital. (int)

Editor : Admin
grobogan pasar e-retribusi pad