Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Viral! Konvoi Pesilat Berakhir Bentrok dengan Warga di Grobogan, Satu Motor Hangus Terbakar

Ali Mustofa • Senin, 13 Juli 2026 | 08:28 WIB
Ilustrasi bentrokan rombongan pesilat dengan warga Menduran Grobogan (ai)
Ilustrasi bentrokan rombongan pesilat dengan warga Menduran Grobogan (ai)

RADAR KUDUS – Bentrokan antara rombongan pesilat dan warga Desa Menduran, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan, menjadi sorotan setelah video insiden tersebut viral di media sosial.

Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (11/7/2026) malam hingga Minggu (12/7/2026) dini hari itu memperlihatkan suasana mencekam, termasuk aksi pembakaran satu unit sepeda motor milik warga yang diduga menggunakan bom molotov.

Dalam rekaman video yang beredar, tampak warga berlarian mengejar iring-iringan sepeda motor rombongan pesilat di sekitar gapura Desa Menduran.

Massa yang emosi terdengar meneriakkan kemarahan setelah mengetahui salah satu kendaraan warga hangus terbakar.

Polisi berseragam terlihat berada di lokasi untuk mengendalikan situasi dan mencegah bentrokan semakin meluas.

Salah seorang warga Desa Menduran, Ahmad (40), mengatakan kericuhan bermula ketika rombongan pesilat yang baru pulang dari kegiatan pengesahan anggota melintas di desanya.

Saat itu, Desa Menduran sedang ramai karena berlangsung persiapan Haul tokoh agama setempat.

Menurut Ahmad, rombongan konvoi memenuhi jalan sambil membunyikan knalpot dengan keras.

Ia menyebut sejumlah peserta konvoi kemudian mendatangi warga yang tengah memasang spanduk dan umbul-umbul untuk acara haul.

Situasi berubah ricuh setelah terjadi aksi penganiayaan dan pembakaran sepeda motor milik warga.

"Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung mengejar rombongan ke arah jalan lingkar Desa Menduran. Beruntung tidak ada korban jiwa karena situasi akhirnya dapat dikendalikan oleh warga bersama aparat kepolisian," ujarnya.

Informasi yang dihimpun menyebutkan rombongan tersebut diduga merupakan peserta konvoi dari perguruan silat Pagar Nusa usai mengikuti prosesi pengesahan anggota baru di Kabupaten Grobogan.

Dalam video yang beredar, iring-iringan kendaraan memenuhi badan jalan sehingga pengguna jalan lain harus menepi untuk menghindari kecelakaan.

Kapolsek Brati, Iptu Arif Setiawan, menjelaskan kejadian berlangsung sekitar pukul 00.00 WIB.

Berdasarkan penyelidikan awal, rombongan yang baru meninggalkan lokasi pengesahan anggota di Desa Putatsari melintas di Desa Menduran dan menghampiri sekelompok warga yang sedang berkumpul.

Menurut Arif, rombongan kemudian melakukan aksi perusakan, memukul warga, serta membakar satu unit sepeda motor Honda Revo milik warga setempat.

Sebelum kendaraan itu dibakar, beberapa sepeda motor yang terparkir di depan warung juga sempat dijatuhkan.

Polisi hingga kini masih menyelidiki motif di balik aksi tersebut.

Laporan dari pemilik sepeda motor telah diterima dan sementara ini kerugian yang tercatat berupa kerusakan materiil karena belum ada laporan korban luka.

Kasatreskrim Polres Grobogan, AKP Rizky Ari Budiarto, membenarkan kasus tersebut sedang dalam proses penyelidikan.

Ia menjelaskan rombongan pesilat datang dari arah timur, kemudian mendatangi warga yang sedang memasang umbul-umbul.

Saat warga berusaha menyelamatkan diri, rombongan merobohkan sejumlah sepeda motor sebelum akhirnya membakar kendaraan milik korban yang tertinggal di dekat gardu.

Sementara itu, Wakil Ketua I Pagar Nusa Grobogan, Maslehan, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kabupaten Grobogan dan PCNU atas insiden tersebut.

Ia mengatakan pihaknya belum dapat memastikan seluruh peserta konvoi merupakan anggota resmi Pagar Nusa karena perlu dilakukan verifikasi identitas.

Maslehan juga mengajak seluruh anggota Pagar Nusa untuk menjaga nama baik organisasi dengan menjunjung akhlakul karimah, nilai-nilai Nahdlatul Ulama (NU), serta menghindari tindakan yang dapat merugikan masyarakat maupun mencoreng nama perguruan.

Editor : Ali Mustofa
rombongan pesilat aksi pembakaran bentrokan grobogan bom molotov