GROBOGAN – Kebakaran melanda enam kios di Pasar Desa Tegalrejo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Sabtu (11/7) siang. Peristiwa yang diduga dipicu hubungan arus pendek listrik itu membuat para pedagang merugi. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Kapolres Grobogan AKBP Endhie Pratama melalui Kapolsek Wirosari AKP Saptono Widyo Haryanto menjelaskan, pihaknya menerima laporan beberapa saat setelah kobaran api diketahui muncul dari salah satu kios di area pasar.
Begitu mendapat informasi, personel Polsek Wirosari bersama Tim Inafis Polres Grobogan langsung bergerak menuju lokasi. Petugas mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), membantu proses pemadaman bersama warga dan petugas pemadam kebakaran, sekaligus melakukan olah TKP untuk mengetahui penyebab kebakaran.
"Begitu menerima informasi, anggota langsung menuju lokasi bersama unsur terkait untuk melakukan penanganan sekaligus mengamankan area kebakaran," ujar AKP Sapto.
Kebakaran pertama kali diketahui oleh Rusdi, 46, warga yang tinggal di sekitar pasar. Saat hendak duduk di teras rumahnya, ia melihat kobaran api muncul dari salah satu kios. Tanpa menunggu lama, Rusdi berteriak meminta pertolongan sehingga warga sekitar berdatangan untuk membantu memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.
Di tengah kepanikan, warga juga berupaya menyelamatkan barang dagangan yang masih bisa dievakuasi. Namun, kobaran api dengan cepat membesar dan menghanguskan enam kios sebelum akhirnya berhasil dikendalikan.
Enam kios yang terdampak merupakan milik Warsi, 40, warga Desa Tegalrejo, Kecamatan Wirosari; Susi Hidayati, 44, warga Desa Karangasem, Kecamatan Wirosari; Hani, 44, warga Desa Kacangan, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora; Piyah, 60, warga Desa Tegalrejo, Kecamatan Wirosari; Prihatin, 40, warga Desa Karangasem, Kecamatan Wirosari; serta Tyan, 45, warga Desa Todanan, Kabupaten Blora.
Api akhirnya berhasil dipadamkan setelah petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi bersama personel Polsek Wirosari. Berkat penanganan cepat tersebut, kobaran api tidak sampai merembet ke bangunan lain di sekitar pasar.
Dari hasil olah TKP, petugas menemukan meteran listrik utama dalam kondisi baik dan berada pada posisi off. Namun, ditemukan sambungan serabut kabel yang tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Selain itu, bagian barat dan tengah bangunan mengalami kerusakan paling parah. Lima unit timbangan dagangan juga ikut rusak akibat terbakar.
"Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, dugaan sementara penyebab kebakaran mengarah pada hubungan arus pendek listrik," jelas AKP Sapto.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai sekitar Rp6 juta.
Kapolsek Wirosari mengingatkan masyarakat, khususnya para pengelola pasar dan pemilik kios, agar lebih memperhatikan kondisi instalasi listrik guna mencegah terjadinya kebakaran serupa.Pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk secara berkala memeriksa instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha.
”Hindari penggunaan kabel atau sambungan yang tidak memenuhi standar, jangan membebani stop kontak secara berlebihan, serta segera laporkan apabila menemukan potensi yang dapat memicu kebakaran. Kewaspadaan dan kepedulian bersama merupakan langkah penting untuk mencegah terulangnya kejadian serupa," pungkas AKP Sapto. (mun)
Editor : Admin