Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Job Fair Grobogan Buka 7.400 Lowongan Pekerjaan

Sirojul Munir • Senin, 8 Juni 2026 | 17:00 WIB
DISERBU PENCARI KERJA – Ratusan warga Kabupaten Grobogan mendatangi Job Fair 2026 di gedung Wisuda Budaya Purwodadi yang dibuka langsung Wakil Bupati Grobogan Sugeng Prasetyo.
DISERBU PENCARI KERJA – Ratusan warga Kabupaten Grobogan mendatangi Job Fair 2026 di gedung Wisuda Budaya Purwodadi yang dibuka langsung Wakil Bupati Grobogan Sugeng Prasetyo.

 

GROBOGAN – Pemerintah Kabupaten Grobogan kembali membuka peluang kerja bagi masyarakat melalui Job Fair 2026 yang digelar di Gedung Wisuda Budaya Purwodadi.

Bursa kerja yang berlangsung selama dua hari, Senin (8/6) hingga Selasa (9/6), menyediakan sedikitnya 7.400 lowongan pekerjaan dari berbagai sektor usaha.

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Grobogan itu menjadi agenda rutin tahunan yang telah memasuki penyelenggaraan kelima dan dibiayai melalui APBD Kabupaten Grobogan.

Sebanyak 25 perusahaan dari berbagai daerah ambil bagian dalam kegiatan tersebut dengan membuka kesempatan kerja di sektor manufaktur, garment, hingga industri jasa.

Selain rekrutmen langsung, perusahaan juga memberikan layanan asesmen dan wawancara kepada para pencari kerja.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Grobogan Teguh Harjo Kusumo mengatakan, Job Fair menjadi salah satu strategi pemerintah daerah dalam mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja secara langsung.

”Tahun ini tersedia sekitar 7.400 lowongan pekerjaan dari berbagai bidang. Selain membuka kesempatan kerja, kegiatan ini juga menjadi sarana mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan sehingga proses rekrutmen bisa berlangsung lebih cepat dan efektif," ujarnya.

Menurut Teguh, antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut cukup tinggi.

Bahkan sekitar 5.000 siswa dan lulusan yang tergabung dalam Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK se-Kabupaten Grobogan diperkirakan akan berpartisipasi dan berkomunikasi langsung dengan perusahaan peserta.

Untuk memperluas jangkauan informasi, Disnakertrans juga menggandeng pemerintah kecamatan hingga desa.

Para camat diminta meneruskan informasi kepada kepala desa agar masyarakat yang sedang mencari pekerjaan dapat memanfaatkan kesempatan tersebut.

”Kami sudah meminta para camat untuk menginformasikan kepada kepala desa agar diteruskan kepada masyarakat. Harapannya semakin banyak warga yang hadir dan mendapatkan pekerjaan,” katanya.

Teguh menjelaskan, tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Grobogan saat ini masih berada di angka 3,2 persen.

Karena itu, penyelenggaraan Job Fair diharapkan mampu menjadi salah satu instrumen untuk menekan angka pengangguran sekaligus mengurangi kemiskinan.

”Kami berharap kegiatan ini bisa membantu menurunkan angka pengangguran.

Ketika masyarakat mendapatkan pekerjaan dengan upah yang layak sesuai UMK, kesejahteraan meningkat dan secara otomatis angka kemiskinan juga dapat ditekan,” tambahnya.

Pembukaan Job Fair 2026 dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Grobogan Sugeng Prasetyo.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh perusahaan, instansi pemerintah, dan pihak swasta yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurut Sugeng, Job Fair merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam membuka akses lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga Grobogan.

"Kegiatan ini menjadi upaya pemerintah untuk menurunkan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan mempertemukan secara langsung pencari kerja dan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja," ujarnya.

Ia menilai kehadiran perusahaan besar dari dalam maupun luar daerah menjadi peluang yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para pencari kerja.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan minat, bakat, pendidikan, dan kemampuan yang dimiliki.

Di sisi lain, perusahaan juga memperoleh manfaat karena dapat menemukan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan dan kualifikasi yang ditetapkan.

Sugeng berharap sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dapat terus terjalin untuk mendukung pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

”Semoga kerja sama ini terus terjalin dengan baik dan menjadi bagian dari sinergi dalam membangun Grobogan yang lebih maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” tuturnya.

Kepada para pencari kerja yang memadati lokasi Job Fair, Wakil Bupati berpesan agar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan maksimal. I

Ia meminta para pelamar mempersiapkan diri dengan baik dan menunjukkan kemampuan terbaik saat mengikuti proses seleksi.

”Dunia kerja saat ini membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kejujuran dan semangat kerja yang tinggi. Karena itu manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya,” pesannya. (mun)

Editor : Admin
#Job Fair Grobogan 2026 #Buka 7.400 Lowongn Pekerjaan #Wakil Bupati Grobogan Setyo Hadi #disperindag grobogan