GROBOGAN – Pembangunan Jembatan Gantung Garuda yang menghubungkan Desa Cingkrong, Kecamatan Purwodadi, dengan Desa Karangpaing, Kecamatan Penawangan, terus menunjukkan progres signifikan.
Memasuki awal Juni 2026, proyek yang dinanti warga itu memasuki tahapan penting berupa pemasangan kabel baja atau wire rope.
Kabel baja yang merupakan komponen utama dalam konstruksi jembatan gantung.
Material ini berfungsi menopang seluruh beban jembatan, mulai dari struktur rangka hingga aktivitas lalu lintas yang melintas di atasnya.
Karena memiliki peran vital, proses pemasangannya dilakukan dengan pengawasan ketat dan melibatkan tenaga ahli.
Danramil 01/Purwodadi Kapten Inf Miftachul Huda mengatakan, pemasangan wire rope menjadi salah satu fase paling krusial dalam pembangunan jembatan gantung karena berkaitan langsung dengan aspek keamanan dan kekuatan konstruksi.
“Untuk tahap ini kami menyerahkan sepenuhnya kepada tenaga ahli atau teknisi. Personel kami membantu pada pekerjaan pendukung yang diperlukan di lapangan,” ujarnya.
Dalam proses pemasangan, alat berat turut dikerahkan untuk mengangkat dan menarik kabel baja yang memiliki ukuran panjang serta bobot cukup besar.
Selain membutuhkan ketelitian tinggi, pekerjaan tersebut juga mengutamakan faktor keselamatan kerja.
Menurut Huda, pembangunan jembatan kini telah memasuki tahap akhir. Antusiasme warga pun semakin tinggi karena keberadaan jembatan tersebut diyakini akan memberikan dampak besar bagi aktivitas sehari-hari masyarakat.
“Warga sangat menantikan jembatan ini selesai. Nantinya akses mobilitas masyarakat, anak-anak sekolah, hingga kegiatan pertanian akan jauh lebih mudah,” katanya.
Selama ini warga harus menempuh jalur memutar dengan jarak yang lebih jauh untuk menghubungkan kedua wilayah.
Kehadiran Jembatan Gantung Garuda diharapkan mampu memangkas waktu tempuh sekaligus meningkatkan konektivitas antarwilayah.
Tak hanya menjadi sarana penghubung, jembatan tersebut juga diproyeksikan menjadi infrastruktur strategis yang mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar Desa Cingkrong dan Desa Karangpaing. (int)
Editor : Intan Maylani