GROBOGAN – Pemkab Grobogan mengajukan bantuan keuangan Provinsi Jawa Tengah senilai Rp 88,197 miliar dalam Rembug Pembangunan Daerah Jawa Tengah Wilayah Kedungsepur Tahun 2026 yang digelar di Pendapa Kabupaten Grobogan, Jumat (29/5).
Nilai tersebut merupakan hasil penyaringan dari berbagai kebutuhan pembangunan di Grobogan yang kemudian dirumuskan menjadi 15 usulan prioritas untuk tahun 2027.
Usulan tersebut mencakup penanganan infrastruktur jalan, pengendalian banjir, peningkatan layanan kesehatan, pengembangan pariwisata, ekonomi syariah hingga keselamatan transportasi.
Kepala Bapperida Grobogan, Afi Wildani, menjelaskan sejumlah persoalan mendesak yang menjadi perhatian daerah turut disampaikan dalam forum tersebut.
Salah satunya adalah masalah genangan air yang selama ini mengganggu lalu lintas dan aktivitas masyarakat di ruas jalan provinsi.
"Permasalahan genangan air di kawasan Nglejok dan Letter S yang merupakan jalan provinsi juga kami sampaikan. Ini menjadi perhatian karena berdampak pada mobilitas masyarakat dan keselamatan pengguna jalan," ujarnya.
Selain banjir dan genangan, Pemkab Grobogan juga mengusulkan penanganan longsoran ruas jalan Kedungjati-Semarang yang menjadi akses penting penghubung Grobogan dengan Kabupaten Semarang dan Salatiga.
Menurut Afi, persoalan infrastruktur masih menjadi kebutuhan utama karena berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat, distribusi hasil pertanian hingga akses pelayanan publik.
Karena itu, sejumlah usulan prioritas yang diajukan didominasi pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur, mulai dari penanganan longsor ruas Brati-Tegalsumur, rekonstruksi jalan Ngaringan-Dumpil
Kemudian pelebaran jalan Penawangan-Truko, pelebaran jalan Truko-Jeketro, rekonstruksi jalan Kuwu-Dumpil, hingga penggantian jembatan dan rekonstruksi Jalan Gadoh-Karangrowo.
Tidak hanya itu, Pemkab Grobogan juga mendorong peningkatan keselamatan jalan melalui pengadaan Penerangan Jalan Umum (PJU) dan pemasangan CCTV di sejumlah titik strategis.
Menurut Afi, keberadaan PJU dan CCTV tidak hanya berfungsi meningkatkan kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menekan angka kecelakaan.
Di sektor pengendalian banjir, Grobogan mengusulkan rehabilitasi drainase kawasan Jalan Pemuda, Jalan Wijayakusuma, Jalan Hayam Wuruk Purwodadi serta pembangunan perkuatan tebing sungai dan tanggul Kali Glugu.
Sementara di bidang ekonomi kerakyatan, revitalisasi Pasar Hewan Kunden Kecamatan Wirosari menjadi salah satu proyek terbesar yang diajukan.
Revitalisasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan aktivitas perdagangan ternak yang selama ini menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat Grobogan.
Serta ekonomi syariah, Pemkab Grobogan mengusulkan rehabilitasi Rumah Potong Hewan (RPH) Getasrejo di Kecamatan Grobogan.
Perbaikan RPH tersebut diarahkan untuk mendukung peningkatan standar layanan pemotongan hewan, perbaikan sanitasi, serta pemenuhan berbagai persyaratan perizinan dan sertifikasi halal.
"RPH Getasrejo menjadi salah satu prioritas karena berkaitan dengan penguatan ekonomi syariah. Perbaikan sarana dan sanitasi diperlukan untuk menjamin kualitas produk serta mendukung proses sertifikasi halal," kata Afi.
Keberadaan RPH yang memenuhi standar juga akan mendukung para tukang jagal bersertifikat halal yang akrab disapa Kang Jalal, telah menjadi bagian penting dalam memastikan proses penyembelihan sesuai syariat sekaligus memenuhi standar keamanan pangan.
Selain itu, sektor kesehatan turut mendapatkan perhatian melalui usulan rehabilitasi ruang PONED dan sejumlah puskesmas.
Pengembangan destinasi wisata seperti Bledug Kuwu, Gua Lawa, Gua Macan, Gugel Park, Geo Park Karangsari hingga sejumlah desa wisata juga masuk dalam daftar prioritas guna memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi lokal.
Untuk mendukung sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah, Pemkab Grobogan turut mengajukan pembangunan jaringan irigasi Daerah Irigasi (DI) Lajer di Kecamatan Penawangan.
Selain itu, pemerintah daerah juga mengusulkan pengadaan dan pemasangan fasilitas keselamatan lalu lintas serta perlengkapan perlintasan sebidang kereta api di wilayah Toroh dan Godong guna meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
"Harapannya seluruh usulan prioritas ini dapat memperoleh dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sehingga mampu mempercepat pembangunan dan menjawab kebutuhan masyarakat Grobogan," pungkas Afi Wildani. (int)
Editor : Admin