GROBOGAN- Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 tingkat Kabupaten Grobogan yang digelar di Pendapa Kabupaten Grobogan, Selasa (26/5/2026), berlangsung hangat dan penuh haru.
Selain diisi kegiatan sosial, pemeriksaan kesehatan gratis dan pemberian sembako, acara tersebut juga menjadi momentum Bupati Grobogan Setyo Hadi mengenang perjuangan almarhum ibunya yang membesarkan delapan anak seorang diri.
Momentum HLUN tersebut kemudian berubah haru saat Bupati Setyo Hadi menyampaikan kisah pribadi tentang perjuangan hidup keluarganya. Di hadapan para lansia, ia mengaku ditinggal sang ayah sejak masih berusia 40 hari.
Sejak saat itu, ibunya harus menjadi tulang punggung keluarga dan membesarkan delapan anak seorang diri di tengah keterbatasan ekonomi.
“Saya ditinggal bapak sejak usia 40 hari. Ibu saya mengasuh delapan anak sendiri. Hidupnya penuh perjuangan,” ungkap Setyo Hadi.
Ia mengaku masih mengingat jelas bagaimana sang ibu bekerja keras demi memenuhi kebutuhan keluarga.
Bahkan, ibunya rela berjualan di pasar agar anak-anaknya tetap bisa sekolah dan memiliki masa depan yang baik.
“Saya melihat sendiri perjuangan ibu luar biasa. Beliau mendidik dan menyekolahkan anak-anaknya dengan penuh pengorbanan. Semua direwangi dengan berjualan di pasar,” katanya.
Di sela sambutannya, Setyo Hadi juga mengajak masyarakat untuk lebih menghormati dan menjaga orang tua selagi masih ada.
Menurutnya, pengorbanan orang tua tidak akan pernah bisa dibalas sepenuhnya oleh anak-anak mereka.
“Saya berpesan kepada para lansia di Grobogan, tetap semangat menjalani kehidupan, lupakan hal-hal yang sedih, dan nikmati hari tua dengan bahagia. Kepada anak-anak, orang tua itu harus dijaga. Kadang anak mbeling siji wae wis nggawe pusing,” ujarnya.
Melalui peringatan Hari Lansia Nasional ke-30 ini, Pemkab Grobogan berharap para lanjut usia tetap sehat, bahagia, serta mendapat perhatian dan kasih sayang dari keluarga maupun lingkungan sekitar.
Sedangkan Kepala Dinsos Grobogan Indri Agus Velawati menambahkan, kegiatan tersebut dihadiri 110 lansia dari berbagai wilayah di Kabupaten Grobogan.
“Alhamdulillah, hari ini kami dari Dinsos Grobogan mengadakan kegiatan Hari Lansia Nasional ke-30 yang dihadiri 110 peserta berdasarkan DTKS desil 1-4 di Pendapa Kabupaten Grobogan.
Biasanya kita gelar di aula Dinsos, tetapi tahun ini digelar di pendapa atas keinginan bapak bupati yang ingin hadir langsung dan memberikan perhatian kepada para lansia,” jelas Indri.
Menurutnya, peringatan Hari Lansia Nasional bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, tetapi bentuk penghormatan pemerintah kepada para orang tua yang telah berjasa membangun keluarga dan melahirkan generasi penerus bangsa.
“Bagaimanapun, para lansia ini adalah yang perlu kita perhatikan dan kita sayangi. Dinas Sosial Grobogan ingin memberikan kontribusi nyata kepada para lansia melalui kegiatan ini,” tambahnya.
Indri menegaskan, keberadaan lansia harus mendapat perhatian serius dari keluarga maupun lingkungan sekitar.
Ia mengingatkan agar anak-anak tidak melupakan jasa orang tua yang telah merawat dan membesarkan mereka sejak kecil.
“Saya berpesan kepada anak-anak, sayangilah orang tua kita. Walaupun mereka sudah lanjut usia, mereka tetap orang tua kita. Jika ada lansia yang ditelantarkan anak-anaknya, Dinas Sosial siap membantu,” tegasnya. (int)
Editor : Admin