Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Rolling Palang Perlintasan Sebidang Desa Tambirejo Grobogan jadi Percontohan, Sekali Putar Langsung Tutup Dua Sisi

Intan Maylani Sabrina • Selasa, 19 Mei 2026 | 13:02 WIB
INOVASI: Palang rolling yang diterapkan di perlintasan sebidang Desa Tambirejo Kecamatan Toroh. (INTAN MAYLANI/RADAR KUDUS)
INOVASI: Palang rolling yang diterapkan di perlintasan sebidang Desa Tambirejo Kecamatan Toroh. (INTAN MAYLANI/RADAR KUDUS)

GROBOGAN – Inovasi palang pintu perlintasan sebidang di Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, kini mencuri perhatian. 

Palang model rolling buatan desa itu disebut bakal menjadi pilot project dalam rencana revitalisasi palang perlintasan sebidang se-Kabupaten Grobogan.

Inisiatif pembangunan palang perlintasan seperti yang dilakukan Desa Tambirejo ini membuktikan keselamatan bisa dijaga melalui gotong royong dan kreativitas warga.

Kepala Desa Tambirejo Yakub Raras Puspitananto melalui Kepala Dusun Grogol, Siswadi, mengatakan, Desa Tambirejo sendiri mulai membuat inovasi palang rolling pada 2025.

Inovasi tersebut lahir setelah terjadi insiden kecelakaan di perlintasan Sanggeh pada September 2025.

Kecelakaan itu terjadi saat kereta yang melintas sempat menabrak truk bermuatan genset.

“Waktu itu kondisinya palang sisi selatan rusak. Petugas sudah memperingatkan pengendara truk tapi masih nekat melintas,” ungkap Siswadi.

(INTAN MAYLANI/RADAR KUDUS)
(INTAN MAYLANI/RADAR KUDUS)

 Berangkat dari kejadian tersebut, pemerintah desa akhirnya mengambil langkah cepat dengan membuat inovasi palang pintu yang lebih praktis dan aman.

“Pemerintah desa bertanggung jawab membuat inovasi palang putar yang langsung bisa menutup pada keduanya,” ujarnya.

Pembuatan palang rolling tersebut dianggarkan melalui Pendapatan Asli Desa (PADes) kurang lebih senilai Rp 10 juta. 

Dana itu digunakan untuk membeli bahan seperti seling, besi siku, pipa, serta pemasangan seling yang dimasukkan di bawah rel.

Siswadi menjelaskan, inovasi itu merupakan desain murni dari desa. Tujuannya sederhana namun krusial, yakni mempermudah penjaga perlintasan saat membuka maupun menutup palang.

“Tujuannya untuk mempermudah penjaga perlintasan dalam membuka dan menutup tanpa harus jalan ke masing-masing sisi. Jadi dengan beberapakali putaran bisa menutup atau membuka kedua palang,” jelasnya.

Kini, seluruh perlintasan sebidang di Desa Tambirejo sudah menggunakan palang rolling tersebut. 

Dua titik perlintasan berada di Dusun Sanggih yang menjadi akses ke rumah warga RT 6, 7, dan 8, serta di Dusun Grogol yang menjadi jalur menuju Waduk Sanggih dan bumi perkemahan.

Menariknya, dalam waktu dekat, RAB palang inovasi Desa Tambirejo akan dipaparkan dalam forum lintas instansi sebagai rujukan pengusulan anggaran pembangunan palang perlintasan sebidang di seluruh Grobogan. 

“Nanti akan dibuatkan perbup untuk bisa diusulkan di APBD. Jadi harapannya seluruh perlintasan sebidang menerapkan perlintasan seperti ini,” imbuhnya. 

Dengan palang rolling, menurutnya perawatannya pun cukup mudah. Biasanya petugas palang hanya memberikan pelumas (oli) pada alat rolling setiap dua pekan sekali. (int)

Editor : Admin
#palang kereta #perlintasan sebidang tambirejo #grobogan