GROBOGAN – Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Grobogan terus dikebut. Dari target 280 KDMP, saat ini 272 gerai sudah masuk proses pembangunan, sementara 105 gerai telah selesai 100 persen.
Hal itu disampaikan Dandim 0717/Grobogan Letkol Inf Wefri Sandiyanto saat mendampingi kegiatan peresmian KDMP serempak se-Indonesia secara daring, Sabtu (16/5/2026) di KDMP Desa Karangsari Kecamatan Brati.
“Di Kabupaten Grobogan target pendirian ada 280 gerai KDMP. Sedangkan saat ini yang proses bangun ada 272, yang sudah 100 persen ada 105 gerai KDMP,” ungkap Dandim.
Namun, Dandim mengakui masih ada delapan gerai yang belum dapat diproses karena kendala lahan.
Salah satunya terkait penggunaan lahan milik Perhutani yang masih membutuhkan penyelesaian administrasi dan koordinasi.
“Sementara ini dari 280 itu, yang delapan belum diprogres itu masih dalam proses untuk lahan. Salah satunya lahan Perhutani,” imbuhnya.
Meski demikian, Dandim memastikan persoalan tersebut terus dicarikan solusi.
Ia menyebut, apabila desa tidak memiliki tanah bengkok atau lahan yang strategis, pembangunan KDMP bisa memanfaatkan lahan milik kementerian maupun lembaga lain.
“Kalau tidak punya bengkok, atau bengkok dalam posisi yang tidak strategis, maka bisa menggunakan lahan kementerian atau lembaga lain,” tegasnya.
Dandim juga menyampaikan, Pemkab Grobogan menargetkan progres pembangunan KDMP bisa selesai 100 persen pada awal Agustus 2026.
Pasalnya, akan ada agenda launching lanjutan pada 16 Agustus 2026.
“Kita harapkan pada Agustus awal kita bisa selesai bangun 100 persen,” ujarnya.
Disinggung soal launching pengoperasionalan tahap pertama yang sebelumnya diusulkan melibatkan 13 KDMP, Dandim menjelaskan bahwa rencana tersebut mengalami penyesuaian dari pihak pendamping, yakni PT Agrinas Pangan Nusantara.
Semula launching tahap awal direncanakan melibatkan seluruh kabupaten yang sudah mencapai progres 100 persen.
Namun, PT Agrinas mempertimbangkan aspek pendampingan operasional koperasi sehingga hanya beberapa kabupaten yang dilibatkan pada launching hari ini dengan total 1.061 gerai.
“Sehingga sudah ditentukan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara hanya beberapa kabupaten yang terlibat dalam launching hari ini. Kabupaten Grobogan masih melanjutkan sampai tahap selanjutnya di bulan Agustus,” imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Grobogan Setyo Hadi menegaskan bahwa hari ini 1.061 KDMP diresmikan serempak se-Indonesia.
Kabupaten Grobogan sendiri diwakili oleh KDMP Desa Karangsari, Kecamatan Brati.
Bupati menekankan bahwa program KDMP merupakan agenda strategis nasional yang harus didorong penuh oleh seluruh unsur pemerintah daerah.
“Peran pemerintah terhadap KDMP, kita harus mendorong dan membantu semaksimal mungkin. Ke depannya nanti akan lebih berhasil,” kata Setyo Hadi.
Ia menambahkan, percepatan KDMP di Grobogan merupakan hasil kerja bersama lintas instansi. Mulai dari Kodim, Dinas Koperasi dan UKM, hingga Dispermades saling bahu membahu menyelesaikan program Presiden Prabowo Subianto.
“Ini ada koordinasi semuanya. Ada Dandim, Dinkop UKM dan Dispermades saling bahu membahu untuk menyelesaikan program Pak Prabowo terkait KDMP,” tegasnya. (Int)
.