Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Belum Launching, KDMP Karangsari Grobogan Sudah Cetak SHU Rp 23 Juta

Intan Maylani Sabrina • Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:49 WIB
KOMPAK: Koperasi Desa Merah Putih Desa Karangsari Kecamatan Brati siap launching tahap kedua. (INTAN MAYLANI/RADAR KUDUS)
KOMPAK: Koperasi Desa Merah Putih Desa Karangsari Kecamatan Brati siap launching tahap kedua. (INTAN MAYLANI/RADAR KUDUS)

GROBOGAN – Meski belum diikutkan launching serempak 16 Mei 2026 ini, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Karangsari, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan sudah menunjukkan hasil menggembirakan.

Koperasi yang baru berjalan ini sudah berhasil mencatat Sisa Hasil Usaha (SHU) Rp 23 juta pada tahun pertamanya.

Kepala Desa Karangsari, Suhartini, menyampaikan meski nilainya belum besar, ia menilai capaian itu patut disyukuri sebagai langkah awal penguatan ekonomi desa.

“Walaupun kecil, tetap kami syukuri. Karena bagaimana pun itu hasil yang berhasil kita dapatkan,” ujar Suhartini.

Ia menjelaskan, sejauh ini unit usaha KDMP Desa Karangsari yang sudah berjalan adalah penjualan beras dengan beberapa pilihan kemasan. 

Beras dijual dalam ukuran 25 kilogram dan 10 kilogram, 5 kilogram dan 2,5 kilogram.

Sementara gas melon menjadi salah satu layanan yang paling dibutuhkan warga. Namun demikian, Suhartini mengungkapkan distribusi LPG 3 kilogram yang diterima KDMP masih terbatas. 

Saat ini, koperasi hanya mendapatkan pasokan sekitar 25 tabung per minggu atau sekitar 100 tabung per bulan.

"Kebutuhan LPG subsidi di lingkungan Desa Karangsari diperkirakan mencapai 200 hingga 300 tabung," ungkapnya.

Karena itu, ia berharap kuota distribusi dari Pertamina dapat ditambah, apalagi gedung KDMP kini telah rampung dan siap menunjang aktivitas koperasi lebih maksimal.

Selain itu KDMP juga menjadi supplier MBG, di mana berbagi dengan BUMDes.

Ia juga berharap KDMP bisa memberi dampak besar bagi petani di Desa Karangsari, terutama dalam membantu pemasaran hasil pertanian agar harga tidak jatuh. 

Apalagi Desa Karangsari memiliki mesin penggilingan padi yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan usaha beras kemasan.

“Mudah-mudahan keberadaan KDMP ini bisa menolong petani. Harapannya harga gabah bisa lebih baik,” ujarnya.

Selain sektor pertanian, KDMP Karangsari juga membuka peluang menjual kebutuhan sehari-hari seperti minyak goreng, mie instan, hingga memasarkan sayur-sayuran warga seperti cabai, tomat, gambas, dan komoditas lainnya.

Ia juga menegaskan, keberadaan KDMP tidak akan mematikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). 

Menurutnya, KDMP dan BUMDes justru harus berjalan berdampingan agar potensi ekonomi desa bisa berkembang lebih luas.

Selama ini, BUMDes Karangsari telah berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes).

Suhartini menyebut, setiap tahun BUMDes mampu menyumbang sekitar Rp 90 juta kepada pemerintah desa.

“Harapannya dua-duanya sama-sama berjalan. Memang harus begitu, apalagi BUMDes juga sudah menyumbang PADes,” katanya.

Kontribusi tersebut, lanjut Suhartini, berasal dari sejumlah unit usaha desa, seperti sektor wisata dan pasar desa yang rutin buka setiap pasaran Wage, meskipun hasilnya masih bertahap. (int)

Editor : Admin
#KDMP #grobogan #Karangsari #Koperasi Desa Merah Putih