GROBOGAN– Jelang diserahkan sebagai sapi kurban Presiden, seekor sapi jumbo bernama Bagong bakal mendapat “perlakuan spesial” dari pemiliknya.
Setelah dirawat sejak kecil, sapi berbobot lebih dari satu ton itu rencananya akan diberi makanan lebih enak sebagai bentuk perpisahan sebelum dikirim.
Bagong merupakan sapi jenis Simental milik Sunardi alias Mbah Bagong, warga Dusun Klumpit, Desa Bandungharjo, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan.
Uniknya, nama sapi tersebut sama persis dengan nama panggilan sang pemilik.
“Saya dipanggil Bagong, sapinya juga saya kasih nama Bagong,” kata Sunardi saat ditemui di kandangnya.
Sunardi mengaku tak menyangka sapi peliharaannya terpilih menjadi hewan kurban Presiden.
Ia menceritakan, awal mula sapinya terpilih terjadi ketika petugas dari dinas datang mencari sapi berukuran besar untuk kebutuhan kurban Presiden. Ia pun menawarkan sapi miliknya untuk diperiksa.
“Waktu itu orang dinas (RED, Disnakkan) nyari sapi yang besar. Katanya buat kurban Pak Presiden. Kebetulan saya ada, ya saya tawarin ke dinas,” ungkapnya.
Tak berselang lama, sapi tersebut dinilai memenuhi kriteria dan akhirnya disetujui.
“Ternyata siangnya cocok, di-ACC,” tambahnya.
Sunardi menyebut sapi Bagong lahir pada tahun 2021 dan sudah ia rawat sejak kecil di kandangnya. “Dari kecil dirawat di sini, dipisah dengan sapi lainnya,” ujarnya.
Meski berpostur besar, Sunardi menjelaskan sapi Bagong terakhir ditimbang dengan hasil 1.075 kilogram. Penimbangan itu dilakukan dalam kondisi sapi belum diberi makan.
“Ditimbang 1.075 kilogram saat sapi puasa. Perkiraan jelang Iduladha nanti bisa 1.150 kilogram, perkiraan bisa segitu,” jelasnya.
Ia mengatakan, menjelang pengiriman nanti sapi Bagong akan diberi makanan lebih baik sebagai bentuk perpisahan sebelum diserahkan.
“Nanti juga akan dikasih makan yang enak jelang perpisahan dengan sapinya,” imbuh Sunardi.
Menariknya, meski kini terpilih menjadi sapi kurban Presiden dengan nilai pembelian mencapai Rp 112 juta, Sunardi mengaku selama ini Bagong tidak diberi perlakuan khusus dalam hal pakan.
“Makanannya cuma alami, suket, polar, dan singkong,” katanya.
Sementara untuk camilan, Sunardi biasanya memberikan klobot jagung pada malam hari.
“Klobot buat cemilan kalau malam. Makannya nggak diistimewakan,” imbuhnya.
Sunardi juga memisahkan Bagong dari sapi-sapi lainnya untuk menjaga kesehatannya.
“Dipisahin karena takut terjangkit penyakit. Kalau sapi keluar masuk kan bisa bawa penyakit,” ungkapnya.
Selain itu, Bagong rutin diberi obat cacing setiap enam bulan sekali.
“Tiap 6 bulan sekali kita kasih obat cacing, biar sehat,” jelasnya.
Terpilihnya Bagong sebagai sapi kurban Presiden menjadi kebanggaan tersendiri bagi Sunardi. Ia mengaku ini pengalaman pertama dalam hidupnya.
“Saya merasa bangga, baru saat ini tahun ini sapi saya terpilih sama Pak Presiden,” tuturnya.
Namun di balik kebanggaan itu, Sunardi mengaku ada rasa haru karena harus berpisah dengan sapi yang sudah ia rawat bertahun-tahun.
Sunardi menyebut sapi Bagong rencananya akan disalurkan ke salah satu masjid di Masjid Jabalul Khoir Simpang Lima Purwodadi. Ia memperkirakan sapi tersebut akan diantar menjelang Iduladha, sekitar tanggal 27. (int)
Editor : Admin