GROBOGAN – Semangat menjaga kebersihan lingkungan ditunjukkan jajaran Pemerintah Kabupaten Grobogan bersama Forkopimda, Jumat pagi (8/5). Dipimpin langsung Bupati Grobogan Setyo Hadi, rombongan menggelar aksi bersih sampah di kawasan Taman Hijau Kota Purwodadi sebagai bagian dari Gerakan Indonesia Asri yang dicanangkan Presiden RI.
Kegiatan dimulai dari depan Pendapa Kabupaten Grobogan. Bupati, wakil bupati, unsur Forkopimda, hingga sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) tampak kompak mengayuh sepeda menuju lokasi kegiatan. Mereka menempuh jarak sekitar lima kilometer menuju kawasan Taman Hijau Kota di area Simpang Lima Purwodadi.
Sesampainya di lokasi, rombongan memarkir sepeda secara rapi sebelum langsung turun melakukan aksi bersih-bersih. Dengan membawa sapu lidi dan tempat sampah sederhana, para peserta menyebar ke berbagai sudut taman untuk memungut sampah dan merapikan area taman.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Grobogan Heru Dwi Cahyono mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial, tetapi juga bentuk kepedulian bersama terhadap ruang terbuka hijau di tengah kota.
“Kita di sini membersihkan taman bersama sekaligus meninjau kondisi taman, kelayakan, dan kenyamanan pengunjung agar tetap asri,” ujarnya di sela kegiatan.
Menurut Heru, keberadaan taman kota harus dijaga bersama karena menjadi salah satu ruang publik favorit masyarakat. Harapannya, taman tetap bersih, nyaman, dan mampu memberikan ruang rekreasi sehat bagi warga.
Usai melakukan aksi bersih-bersih, Bupati Setyo Hadi berkeliling meninjau sejumlah fasilitas taman. Dalam peninjauan tersebut, bupati sempat memperhatikan salah satu pohon unik jenis kaki gajah yang terlihat mengering. Pohon tersebut berada di kawasan tumbuhan hayati di area Taman Hijau Kota Purwodadi.
Taman Hijau Kota Purwodadi sendiri dibangun pada 2015 dengan luas lahan sekitar tiga hektare. Kawasan itu dilengkapi berbagai fasilitas mulai area bermain anak, taman rekreasi, jogging track, aneka koleksi tumbuhan, habitat burung, hingga area bersantai bagi masyarakat.
Tak hanya menyoroti kebersihan taman, DLH Grobogan juga menegaskan komitmen memperkuat pengelolaan sampah secara menyeluruh. Heru menjelaskan, pola pengelolaan ke depan tidak lagi hanya sebatas angkut dan buang, melainkan dilakukan pemilahan sejak dari sumber sampah hingga proses akhir.
“Ke depan pengelolaan sampah akan terus diperkuat dari hulu sampai hilir. Misalnya melalui kerja sama dengan bank sampah dan stakeholder terkait, termasuk pengolahan di TPS maupun TPA,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Grobogan juga terus meningkatkan sarana dan prasarana pengelolaan sampah. Saat ini, Grobogan tengah mengikuti kontestasi program LSDP (Local Service Delivery Improvement Project) bidang pengelolaan sampah bersama 39 kabupaten/kota di Indonesia. Nantinya akan dipilih 30 daerah penerima program.
Heru berharap Grobogan bisa lolos dan memperoleh dukungan program tersebut untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah daerah.
Ia mengungkapkan, kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) saat ini diperkirakan hanya mampu bertahan sekitar tujuh hingga delapan bulan apabila tidak disertai pengelolaan tambahan.
Karena itu, Pemkab Grobogan mulai menggandeng pihak swasta untuk mengurangi timbunan sampah. Salah satunya melalui kerja sama dengan CV Bio Lestari yang fokus mengembangkan RDF (Refuse Derived Fuel), yakni pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif pengganti batu bara untuk industri semen.
Selain RDF, pengolahan sampah organik melalui composting juga mulai dikembangkan. Jika seluruh sistem berjalan optimal, volume sampah yang masuk ke TPA diyakini dapat berkurang signifikan.
“Kalau semua pengolahan berjalan, pengurangan sampah akan sangat signifikan,” tandas Heru. (mun)
Editor : Admin