GROBOGAN– Pemkab Grobogan mengalokasikan Rp 800 juta dari APBD untuk mempercantik Taman Merapi dan Taman Tugu Tani di Kota Purwodadi, sekaligus mengubahnya menjadi ruang publik yang lebih aktif dan ramah warga.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Grobogan, Heru Dwi Cahyono, melalui Kabid Tata Lingkungan Eko Sulistyono, mengungkapkan bahwa penataan sudah disiapkan matang, termasuk melalui Detail Engineering Design (DED).
“Taman Merapi dengan luasan 480 meter persegi ini akan lebih tertata, terang dan berkonsep lebih aktif. Sedangkan Taman Tugu Tani akan diperkecil menjadi sekitar 930 meter persegi, dari sebelumnya 980 meter persegi,” jelas Eko.
Pengurangan luasan di kawasan Tugu Tani bukan tanpa alasan. Penyesuaian dilakukan untuk memberi ruang manuver kendaraan besar, terutama truk sumbu tiga yang kerap melintas dan selama ini sering terkendala.
"Otomatis lebar jalan bertambah antara 1 hingga 1,5 meter. Akan lebih lebar lagi," jelasnya.
Di sisi lain, ikon kawasan yakni patung petani juga akan mendapat sentuhan signifikan.
Ukurannya direncanakan lebih besar agar tampil lebih ikonik dan menjadi penanda visual yang kuat di jantung kota.
Tak hanya itu, nantinya juga diusulkan menjadi taman aktif. Namun, DLH tidak ingin gegabah. Sejumlah aspek krusial masih dikaji mendalam, terutama terkait keselamatan pengguna.
Mulai dari fasilitas penyeberangan, pola parkir, hingga keamanan pengunjung di tengah lalu lintas padat menjadi perhatian utama.
“Kami ingin taman ini ramai, tapi tetap aman. Jangan sampai justru menimbulkan risiko baru,” tegas Eko.
Rencana penataan dijadwalkan mulai masuk tahap fisik pada Juli 2026 ini. Namun pengerjaan tidak akan rampung dalam satu tahun.
DLH memastikan proyek akan dilakukan bertahap hingga 2027, dengan tahun ini difokuskan pada penataan dasar.
Sementara tahap lanjutan akan melengkapi berbagai fasilitas pendukung agar fungsi taman benar-benar optimal.
"Tahun ini selain kedua taman itu, kami rencana juga ada sentuhan penataan taman pojok Polres melalui dukungan program CSR.
Mengingat kondisinya saat ini dinilai belum tertata maksimal. Mungkin nanti juga mulai dibuatkan nama tamannya," imbuhnya.
Penataan taman ini menjadi bagian dari upaya memperkuat wajah kota sekaligus menghadirkan ruang publik yang representatif bagi masyarakat.
"Sejalan dengan slogan pembangunan daerah “Notho Kutho Bangun Ndeso”, pemerintah ingin menghadirkan keseimbangan antara penataan kawasan perkotaan dan pembangunan desa," imbuhnya. (int)
Editor : Admin