Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Risma Lagi di Jakarta, Sekeluarganya di Grobogan Meninggal Tertemper Kereta Argo Bromo Anggrek

Intan Maylani • Sabtu, 2 Mei 2026 | 20:37 WIB
BERDUKA: Risma yang kehilangan satu keluarganya saat diperlukan saudaranya.
BERDUKA: Risma yang kehilangan satu keluarganya saat dipelukan saudaranya.

GROBOGAN- Tragedi kecelakaan maut rombongan pengantar jemaah haji di perlintasan sebidang Desa Sidorejo, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (1/5/2026), menyisakan duka mendalam.

Peristiwa itu merenggut nyawa satu keluarga dan meninggalkan seorang anak perempuan berusia 18 tahun, Olivia Dwi Rismawati, yang kini harus melanjutkan hidup tanpa orang tua dan keluarganya.

Risma menjadi satu-satunya anggota keluarga yang selamat karena saat kecelakaan terjadi ia sedang berada di Jakarta.

Kabar duka itu diterimanya keesokan hari setelah peristiwa nahas terjadi.

Dengan mata berkaca-kaca, Risma mengenang komunikasi terakhir bersama keluarganya.

Ia mengaku masih sempat melakukan panggilan video pada malam sebelum kejadian, saat keluarganya bersiap mengikuti kegiatan keluarga sekaligus mengantar calon jemaah haji.

Namun, pagi harinya suasana berubah menjadi mimpi buruk. Risma terbangun dan mendapati banyak panggilan masuk dari kerabat maupun tetangga.

“Saya bangun pagi sudah banyak yang telepon. Terus langsung dikasih kabar kalau bapak sama ibu sudah nggak ada, adik keponakan juga nggak ada, dan mbak masih koma,” ujar perempuan yang kerap disapa Risma ini.

Mendengar kabar tersebut, Risma mengaku syok dan sempat tidak percaya. Ia merasa kehilangan segalanya dalam waktu singkat.

Rekan kerja serta pihak tempat Risma bekerja di Jakarta langsung membantu mengurus kepulangannya ke Grobogan.

Meski situasi saat itu masih dalam suasana libur panjang, Risma akhirnya bisa pulang untuk menemui keluarga besar dan mengikuti prosesi pemakaman.

Risma yang baru saja lulus SMA sebenarnya sedang menyiapkan masa depan. Dalam waktu sekitar satu bulan, ia dijadwalkan berangkat ke Jepang untuk bekerja di sektor pengolahan makanan, sebuah rencana yang sudah lama ia persiapkan bersama keluarga.

Di tengah duka yang berat, Risma menegaskan tidak akan membatalkan keberangkatan tersebut.

Ia menganggap rencana kerja ke luar negeri itu menjadi harapan keluarga yang harus ia perjuangkan.

“Saya tidak mengurungkan niat, tetap mau lanjut. Setelah acara rumah selesai, saya Insya Allah siap kembali,” katanya. (int)

Editor : Admin
#laka kereta #grobogan #KA Argo Bromo Anggrek