Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Rombongan Pengantar Haji di Grobogan Jadi Korban Tabrakan Kereta, Polisi Beberkan Kronologi

Ali Mustofa • Jumat, 1 Mei 2026 | 10:23 WIB
EVAKUASI: Kendaraan yang tertempel KA Argo Bromo Anggrek di Desa Sidorejo Kecamatan Pulokulon. (SIROJUL MUNIR)
EVAKUASI: Kendaraan yang tertempel KA Argo Bromo Anggrek di Desa Sidorejo Kecamatan Pulokulon. (SIROJUL MUNIR)

GROBOGAN – Satlantas Polres Grobogan mengungkap hasil penyelidikan sementara terkait kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya dan mobil Avanza.

Lokasinya di perlintasan sebidang tanpa palang pintu antara Desa Sidorejo dan Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan.

Insiden tersebut diduga dipicu jarak pandang sopir yang sangat terbatas saat melintas.

Kasatlantas Polres Grobogan AKP Kumala Enggar Anjarani melalui Kanit Gakkum Iptu Arie Eko menjelaskan, mobil Avanza melaju dari arah selatan menuju utara.

Ketika tiba di perlintasan tanpa palang, pengemudi tidak menyadari kereta api yang datang dari arah barat ke timur hingga tabrakan tak terhindarkan.

Mobil yang mengangkut sembilan penumpang itu terseret dan terpental hingga sekitar 10 meter dari titik benturan.

“Kecelakaan terjadi karena jarak pandang kurang dari 10 meter. Akibatnya empat orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka ringan,” ujar Iptu Arie Eko.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), faktor utama penyebab kecelakaan sementara adalah gangguan jarak pandang.

Kendaraan yang terlibat merupakan mobil kedua dari empat kendaraan rombongan pengantar calon jemaah haji.

Polisi kemudian mengevakuasi kendaraan menggunakan truk untuk kepentingan penyelidikan lanjutan.

Sebelumnya, kecelakaan maut tersebut terjadi Jumat (1/5) sekitar pukul 02.52 WIB di perlintasan antara Stasiun Panunggalan dan Stasiun Kradenan, Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon.

Mobil Avanza putih bernomor polisi K 1060 KZ ringsek setelah tertabrak kereta yang melaju dari Jakarta menuju Surabaya.

Mobil tersebut merupakan bagian dari rombongan pengantar calon jemaah haji asal Desa Sidorejo.

Kendaraan yang tertabrak merupakan mobil kedua dalam iring-iringan empat mobil.

Mobil pertama yang membawa pasangan calon jemaah haji berhasil melintas lebih dulu.

Namun mobil berikutnya tertabrak dan terpental hingga mengenai tiang jaringan internet sebelum akhirnya terjun ke area persawahan.

Di dalam mobil terdapat sembilan penumpang yang merupakan keluarga dan kerabat calon jemaah haji.

Empat orang meninggal dunia dalam kejadian ini, yakni Nayla Dwi Kartika (10) warga Desa Mlowokarangtalun, Shazia Belfania (2) warga Desa Sidorejo, serta Dalny (51) dan Muhammad Sya’roni (51) warga Desa Kemloko, Kecamatan Godong.

Korban dievakuasi oleh petugas Polsek Panunggalan bersama warga ke Puskesmas Pulokulon untuk penanganan medis.

Saat kejadian, kondisi cuaca dilaporkan berkabut sehingga jarak pandang semakin terbatas.

Perlintasan kereta api di lokasi tersebut diketahui tidak memiliki palang pintu dan tidak ada penjaga yang berjaga saat malam hari.

Penjagaan swadaya selama ini hanya dilakukan warga Desa Sidorejo pada siang hari, sementara malam hari bergantian dengan relawan Desa Tuko.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. (int/mun)

Editor : Ali Mustofa
#perlintasan tanpa palang #rombongan pengantar haji #grobogan #meningga #KA Argo Bromo Anggrek