GROBOGAN– Kabupaten Grobogan semakin serius membidik posisi tiga besar dalam ajang Investment Challenge (IC) Bank Indonesia (BI) 2026.
Kabid Infrastruktur, Kewilayahan, Perekonomian dan SDA Bapperida Grobogan, Candra Yulian Pasha, mengatakan saat ini Grobogan tengah menyiapkan proposal investasi yang benar-benar siap dipasarkan atau investment project ready to offer (IPRO).
"Setelah berhasil menembus enam besar (semifinalis), kini memaksimalkan kesiapan dokumen investasi agar proposal yang diajukan semakin matang dan benar-benar siap ditawarkan kepada investor," ujar Candra.
Menurut Candra, jika Grobogan berhasil masuk tiga besar, maka peluang daerah semakin terbuka lebar.
“Kalau masuk tiga besar, akan didampingi untuk finalisasi proposalnya. Serta juga akan dibantu mempromosikan investasi tersebut,” tegasnya.
Dalam Investment Challenge BI 2026, Grobogan mengusung proposal bertajuk “Grobogan Regional Protein Processing & Cold Chain Hub”.
Proyek ini diproyeksikan membutuhkan nilai investasi mencapai Rp 335 miliar dan dirancang menjadi pusat pengolahan protein sekaligus cold chain hub atau pusat rantai dingin regional.
Dalam dokumen ringkasan eksekutifnya, proyek ini diposisikan sebagai platform yang menghubungkan pasokan sapi potong di koridor Pantura timur–selatan Jawa Tengah dengan pasar konsumsi utama di Kota Semarang dan kawasan Kedungsepur.
Lokasi proyek direncanakan berada di Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Gubug, yang dinilai strategis karena berada di titik kompromi optimal antara akses logistik, kedekatan dengan pasokan hulu, dan jangkauan pasar hilir.
Candra menyebut, kekuatan utama proyek ini adalah basis pasokan yang luas.
Tidak hanya bertumpu pada Grobogan, tetapi juga mencakup daerah sekitar seperti Blora, Rembang, Pati, Kabupaten Semarang, Jepara, hingga Kendal.
Total populasi sapi potong di kawasan supply basin tersebut bahkan disebut mencapai 588.063 ekor.
“Ini bukan proyek yang dibangun dengan asumsi agresif. Justru disusun bertahap agar lebih realistis dan berkelanjutan,” katanya.
Dari sisi pasar, proyek ini menyasar segmen distribusi modern. Mulai dari kebutuhan hotel, restoran, dan katering (HOREKA), distributor chilled/frozen, hingga institutional buyer dan industri pengolahan.
Dalam proposal juga disebutkan, koridor pasar yang dibidik mencakup Kota Semarang, Kendal, Demak, Salatiga, Kabupaten Semarang, hingga Grobogan.
Tidak hanya menjanjikan secara konsep, proyek ini juga dinilai kuat secara finansial. Dalam dokumen yang disusun, total kebutuhan investasi atau CAPEX diproyeksikan mencapai Rp 335 miliar dengan estimasi IRR sekitar 14,7 persen.
Nilai NPV pada tingkat diskonto 11 persen diperkirakan mencapai Rp 81,4 miliar, sementara periode pengembalian modal berada pada kisaran 9,1 tahun.
Setelah dinyatakan masuk semifinal, Bank Indonesia pada Rabu (29/4) melakukan verifikasi lapangan ke Kabupaten Grobogan.
Candra menjelaskan, verifikasi tersebut menjadi momen penentuan, sebab hasilnya akan menentukan siapa saja yang berhak melaju ke babak final sebagai tiga besar terbaik.
“Verifikasi lapangan ini penting, karena dari situ akan ditentukan tiga finalis IC 2026,” ujarnya.
Menurutnya, jka berhasil masuk tiga besar, proyek “Protein Processing & Cold Chain Hub” bukan hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga berpotensi menjadi pintu masuk bagi investor untuk menanamkan modal di sektor industri protein modern yang terintegrasi di Jawa Tengah. (int)
Editor : Admin