GROBOGAN- Dalam audiensi dengan Pemkab Grobogan, Gary Bencheghib juga menyampaikan apresiasi terhadap Kabupaten Grobogan.
Ia mengaku terkesan dengan suasana daerah yang masih asri dan khas pedesaan Jawa.
“Grobogan ini luar biasa. Hari ini bisa diundang oleh beberapa kepala di Pendapa. Grobogan termasuk salah satu wilayah yang paling cantik, soalnya kebanyakan rumah joglo, kebanyakan sawah, dan ini memang belum terlihat terlalu banyak sampah di sungai,” ujar Gary.
Senada, Sam Bencheghib menyebut perjalanan mereka dimulai sejak 28 Maret 2026 dari Bali. Grobogan menjadi kabupaten ke-13 yang mereka lewati dalam rangkaian perjalanan 'Run for Rivers'.
“Di sini merupakan kabupaten ke-13 yang kami lewati. Mungkin bisa dibilang kabupaten yang paling bersih sampai sekarang,” kata Sam.
Sedangkan, Bupati Grobogan Setyo Hadi menyambut baik kunjungan ketiga aktivis lingkungan tersebut.
Ia mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kepedulian mereka terhadap persoalan sampah di Indonesia, termasuk di Grobogan.
“Semoga masyarakat dan pemerintah semakin sadar kebersihan. Apalagi ini dari Prancis ngurusi sampah, kenapa kita tidak merespons dengan baik kegiatan ini,” ujar Setyo Hadi.
Bupati mengakui, persoalan sampah menjadi tantangan serius di Kabupaten Grobogan. Terlebih volume sampah yang dihasilkan masyarakat cukup besar, yakni mencapai 850 ton per hari.
“Masalah sampah ini masalah yang sangat pelik,” imbuhnya.
Ia berharap kunjungan serta aksi nyata yang akan dilakukan tim Sungai Watch dapat menjadi pemantik kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam memperbaiki sistem pengelolaan sampah.
Dengan adanya rencana aksi bersih sungai yang akan dilakukan pada Rabu mendatang.
Pemkab Grobogan juga membuka peluang kolaborasi lebih lanjut, terutama dalam upaya edukasi kepada pelajar dan masyarakat agar kebiasaan membuang sampah sembarangan maupun membakar sampah di jalan bisa ditekan. (int)
Editor : Admin