Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Lampu Jalan Banyak Mati, Dishub Grobogan Turun Tangan Siapkan Rp 643 Juta

Intan Maylani Sabrina • Sabtu, 25 April 2026 | 07:49 WIB
DIPERBAIKI: Sejumlah PJU yang sedang dilakukan perbaikan. (INTAN MAYLANI/RADAR KUDUS)
DIPERBAIKI: Sejumlah PJU yang sedang dilakukan perbaikan. (INTAN MAYLANI/RADAR KUDUS)

GROBOGAN – Pemerintah Kabupaten Grobogan menyiapkan anggaran sebesar Rp 643.204.000 untuk memperbaiki lampu penerangan jalan umum (PJU) yang mengalami kerusakan di sejumlah titik.

Kepala Dishub Grobogan Mundakar melalui Kasi Prasarana, Fandy Murdiyanto, mengatakan anggaran tersebut dialokasikan untuk pengadaan berbagai komponen PJU serta lampu LED sebagai pengganti lampu yang rusak maupun mati.

Menurutnya, hingga saat ini terdapat 58 aduan kerusakan PJU yang masuk melalui kanal pengaduan prasarana.

Aduan tersebut tersebar di berbagai wilayah di Kabupaten Grobogan.

Dari jumlah tersebut, 38 titik sudah berhasil diperbaiki oleh tim teknis Dishub. Sementara sisanya masih dalam proses penanganan secara bertahap.

“Biasanya dalam sehari tim bisa memperbaiki sekitar tiga titik. Tapi itu juga tergantung tingkat kerusakan yang ditemukan di lapangan,” jelas Fandy.

Ia menjelaskan, jenis kerusakan PJU cukup beragam, mulai dari lampu yang mati, kerusakan komponen instalasi, hingga gangguan pada jaringan listrik. Karena itu, proses perbaikan tidak selalu bisa dilakukan dengan cepat.

Selain faktor kerusakan, tim di lapangan juga harus memastikan ketersediaan komponen yang dibutuhkan untuk penggantian.

Operasional perbaikan juga memerlukan dukungan BBM untuk mobilitas tim yang harus menjangkau berbagai wilayah.

Masalah lain yang cukup sering ditemui adalah pada lampu jalan tenaga surya (PJU TS).

Menurut Fandy, banyak aki penyimpanan listrik pada lampu tersebut hilang karena dicuri, sehingga lampu tidak dapat berfungsi.

“Kalau yang tenaga surya, rata-rata akinya hilang dicuri. Itu yang sering kami temukan saat pengecekan di lapangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk lampu tenaga surya yang merupakan program dari pemerintah pusat, penanganannya tidak selalu bisa dilakukan langsung oleh pemerintah daerah. Hal itu karena sebagian unit belum dihibahkan kepada pemerintah daerah.

Dalam kondisi tersebut, Dishub biasanya melakukan koordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk penanganan lebih lanjut.

Selain menangani laporan kerusakan, Dishub Grobogan juga mulai melakukan peningkatan kualitas penerangan di sejumlah ruas jalan protokol Kota Purwodadi.

Beberapa titik lampu PJU di Jalan Ahmad Yani, Jalan Gajah Mada, hingga Jalan Diponegoro yang sebelumnya menggunakan lampu SON-T berwarna kuning kini telah diganti menjadi lampu LED putih.

Pergantian tersebut dinilai memberikan dampak langsung terhadap kondisi penerangan jalan.

Kawasan pusat Kota Purwodadi kini tampak lebih terang pada malam hari, sekaligus mendukung kenyamanan dan keamanan pengguna jalan.

“Penggantian lampu SON-T menjadi LED putih ini juga bagian dari upaya memperbaiki wajah kota Purwodadi agar lebih terang dan lebih nyaman,” pungkas Fandy. (int)

Editor : Admin
#lampu penerangan jalan #grobogan #pju #dishub