GROBOGAN – Dua rumah milik warga di Dusun Ngampelan RT 05 RW 08, Desa Monggot, Kecamatan Geyer, dilalap si jago merah pada Kamis sore (9/4) sekitar pukul 15.54 WIB.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Grobogan, Teguh Prijadi, mengungkapkan bahwa kebakaran diduga dipicu dari aktivitas bediang atau perapian untuk ternak sapi yang kurang terpantau.
”Dugaan sementara, api berasal dari bediang sapi yang kemudian merembet ke bangunan rumah,” ujarnya.
Rumah yang terbakar diketahui milik Puryono, 54, warga setempat. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut.
Namun, kerugian materiil ditaksir mencapai sekitar Rp 250 juta. Sementara aset yang berhasil diselamatkan diperkirakan senilai Rp 25 juta.
Berdasarkan keterangan saksi sekaligus korban, Puryono, saat kejadian dirinya tengah beraktivitas di kebun yang berada di belakang rumah.
Di tengah kegiatannya, ia tiba-tiba mendengar suara letupan kecil yang mencurigakan. Saat mendekat, ia mendapati asap pekat sudah membumbung dari area rumahnya.
“Saat dicek, api sudah membesar. Korban langsung berteriak meminta bantuan warga sekitar,” terang Teguh.
Warga yang mendengar teriakan tersebut segera berdatangan dan berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Di saat bersamaan, laporan juga disampaikan kepada petugas pemadam kebakaran melalui Kepala Dusun setempat, Murdiyanto (52).
Tak berselang lama, tim Damkar Satpol PP Grobogan langsung meluncur ke lokasi setelah menerima laporan.
Regu yang dipimpin oleh Ndanru Saifudin Bahri tiba di lokasi sekitar pukul 16.35 WIB. Namun saat itu, api sudah berhasil dipadamkan oleh warga.
Petugas kemudian melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada sisa api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Penanganan selesai sekitar pukul 17.15 WIB, dan tim kembali ke markas pada pukul 19.15 WIB.
Teguh menambahkan, pihaknya mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan api terbuka, terutama untuk keperluan bediang ternak.
”Kami mengingatkan warga agar selalu melakukan pengawasan ketat terhadap sumber api, sehingga kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya.(mun)
Editor : Admin