Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tren Kendaraan Listrik di Grobogan Meningkat, Transaksi di Stasiun Pengisian Naik Lebih 100 Persen

Intan Maylani Sabrina • Selasa, 7 April 2026 | 13:40 WIB
TREN: Pengisian kendaraan listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di PLN UP3 Grobogan.
TREN: Pengisian kendaraan listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di PLN UP3 Grobogan.

GROBOGAN – Tren penggunaan kendaraan listrik di Kabupaten Grobogan kian menunjukkan geliat positif.

Hal ini terlihat dari tren transaksi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang terus meroket sepanjang Januari hingga Maret 2026.

Berdasarkan data PLN UP3 Grobogan, jumlah transaksi pengisian daya kendaraan listrik mengalami peningkatan signifikan, bahkan tumbuh lebih dari 100 persen hanya dalam waktu tiga bulan.

Manager PLN ULP Purwodadi Irwin Julian Wachyudin menyebut kenaikan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat semakin percaya dan nyaman menggunakan kendaraan listrik sebagai pilihan transportasi masa kini.

“Lonjakan transaksi SPKLU ini menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap layanan pengisian daya kendaraan listrik semakin meningkat.

Ini juga menjadi indikator bahwa ekosistem kendaraan listrik di Grobogan berkembang dengan sangat baik,” ujar Irwin.

Pada Januari 2026, tercatat sebanyak 101 transaksi pengisian daya, dengan total konsumsi listrik mencapai 1.902,7 kWh.

Dari jumlah itu, nilai transaksi tercatat sebesar Rp 4.694.506.

Memasuki Februari 2026, angka transaksi naik menjadi 152 transaksi, dengan total pemakaian listrik 2.596,24 kWh dan nilai transaksi mencapai Rp 6.404.355.

Puncaknya terjadi pada Maret 2026. PLN UP3 Grobogan mencatat transaksi SPKLU melonjak tajam menjadi 247 transaksi, dengan total konsumsi energi mencapai 5.197,41 kWh.

Sementara nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 12.820.821.

Jika dibandingkan dengan Januari, kenaikan transaksi di bulan Maret menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan dan menjadi perhatian tersendiri.

Irwin menambahkan, tren ini tidak hanya berdampak pada peningkatan layanan, tetapi juga mendukung program transisi energi yang terus digencarkan pemerintah.

“Penggunaan kendaraan listrik memberi dampak besar pada efisiensi energi dan pengurangan emisi.

Di sisi lain, ini juga mendorong pertumbuhan layanan kelistrikan modern, termasuk peningkatan pendapatan dari transaksi SPKLU,” jelasnya.

PLN memastikan pihaknya akan terus menjaga keandalan fasilitas SPKLU serta mendukung pengembangan infrastruktur kendaraan listrik agar masyarakat semakin mudah melakukan pengisian daya.

Dengan pertumbuhan transaksi yang terus meningkat dari bulan ke bulan, PLN optimistis Grobogan menjadi salah satu wilayah yang siap menyongsong era transportasi ramah lingkungan. (int)

Editor : Admin
#PLN UP3 Grobogan #grobogan #spklu