GROBOGAN – Akses penghubung antar desa di Kecamatan Geyer kini semakin mulus. Bupati Grobogan, Setyo Hadi, meresmikan Jalan Inpres yang menghubungkan Desa Jambangan dan Desa Ngrandu, Minggu (29/3/2026). Peresmian berlangsung khidmat namun tetap semarak, dihadiri tokoh masyarakat, perangkat desa, serta warga setempat yang antusias menyambut peningkatan infrastruktur tersebut.
Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas rampungnya pembangunan jalan. Suasana kebersamaan terasa kental ketika warga turut menyaksikan momen peresmian yang menjadi harapan baru bagi kelancaran aktivitas sehari-hari.
Dalam sambutannya, Setyo Hadi menegaskan pentingnya infrastruktur jalan sebagai urat nadi perekonomian masyarakat desa. Menurutnya, konektivitas antarwilayah akan mendorong distribusi hasil pertanian, mempercepat mobilitas warga, hingga membuka peluang usaha baru.
“Pembangunan jalan ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Grobogan dalam meningkatkan kualitas infrastruktur melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD),” ujarnya.
Ia menjelaskan, dari total delapan ruas jalan yang diajukan melalui skema IJD dengan nilai anggaran sekitar Rp 100 miliar, baru satu ruas yang berhasil direalisasikan, yakni Jambangan–Ngrandu sepanjang 2 kilometer. Proyek tersebut mulai dikerjakan pada Desember 2025 dan kini telah dapat dimanfaatkan masyarakat.
Ruas ini dinilai strategis karena menjadi jalur penghubung penting antarwilayah di Kecamatan Geyer. Dengan kondisi jalan yang kini lebih baik, waktu tempuh warga menjadi lebih singkat dan biaya transportasi pun dapat ditekan.
Lebih lanjut, Setyo Hadi mengungkapkan bahwa pada tahun ini Pemkab Grobogan kembali mengajukan delapan ruas jalan melalui sistem Sinergitas Transparansi Integrasi Akuntabel (SiTiA). Selain Jambangan–Ngrandu, beberapa ruas lain yang diusulkan antara lain Tawangharjo–Sedah serta Danyang–Banjarsari.
“Total nilai anggaran yang diusulkan untuk delapan ruas jalan tersebut sekitar Rp 100 miliar. Dari usulan itu, saat ini baru satu ruas yang terealisasi melalui IJD,” jelasnya.
Ia berharap masyarakat turut menjaga dan merawat jalan yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. “Kalau dijaga bersama, jalan ini bisa lebih awet dan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi warga,” tambahnya.
Meski baru satu ruas yang terealisasi, kehadiran proyek IJD dinilai memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas infrastruktur di Kabupaten Grobogan. Sepanjang tahun 2025, Pemkab Grobogan telah melaksanakan 22 paket pekerjaan jalan yang berkontribusi pada penambahan jalan dalam kondisi baik sepanjang 4,5 kilometer.
Dengan adanya tambahan peningkatan jalan melalui program IJD di ruas Jambangan–Ngrandu, persentase kemantapan jalan daerah di Grobogan turut mengalami peningkatan. Dari sebelumnya 82,54 persen, kini naik menjadi 83,24 persen atau bertambah 0,7 persen. (mun)
Editor : Admin