Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Iming-iming Rumah dan Lahan, Transmigrasi 2026 Diserbu Warga Grobogan

Intan Maylani • 2026-03-29 15:21:45
TRANSMIGRASI: Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Achmad Zamroni saat mendampingi di lokasi.
TRANSMIGRASI: Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Achmad Zamroni saat mendampingi di lokasi.

GROBOGAN – Minat warga Kabupaten Grobogan untuk mengadu nasib melalui program transmigrasi pada tahun 2026 mengalami lonjakan.

Program yang menawarkan kesempatan mengelola lahan pertanian di luar Pulau Jawa ini dinilai menjadi harapan baru bagi banyak keluarga untuk memperbaiki taraf hidup.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Grobogan, Teguh Harjokusumo, menyebut antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah pendaftar yang terus bertambah dalam dua bulan terakhir.

“Bulan Februari yang kita laporkan ke provinsi ada 5 KK, dan untuk Maret ini ada tambahan pendaftar yang sudah ke kantor mengumpulkan berkas 2 KK.

Jadinya sampai saat ini ada 7 KK yang datanya sudah masuk dan orang tersebut aktif berkomunikasi dengan kita,” ujar Teguh.

Meski demikian, Teguh mengakui bahwa jumlah warga yang berminat sebenarnya lebih banyak. Hanya saja, tidak semua calon pendaftar melanjutkan proses administrasi hingga tuntas.

“Secara keseluruhan pendaftar yang sudah masuk datanya sebenarnya banyak, namun ada sebagian yang sudah tidak berkomunikasi,” jelasnya.

Tingginya animo masyarakat mengikuti program transmigrasi 2026 ini tidak lepas dari fasilitas yang ditawarkan pemerintah. Setiap kepala keluarga (KK) transmigran dijanjikan lahan seluas 2,5 hektare di daerah tujuan.

Lahan tersebut dirinci menjadi 1 hektare untuk pertanian produktif, sedangkan sisanya digunakan untuk pembangunan rumah serta lahan pekarangan.

Tak hanya itu, pemerintah juga memberikan jaminan kebutuhan pokok bagi transmigran selama satu tahun pertama.

Menariknya lagi, setelah lahan tersebut digarap selama 10 tahun, status tanah itu nantinya akan berubah menjadi hak milik pribadi.

Namun demikian, meskipun ratusan keluarga di Jawa Tengah disebut sudah siap diberangkatkan, jadwal resmi keberangkatan transmigrasi masih belum dapat dipastikan.

Hal itu karena proses masih menunggu hasil kajian dan verifikasi dari tim Kementerian Transmigrasi.

Saat ini, kementerian tengah melakukan pemeriksaan ketat terhadap lahan-lahan yang diusulkan oleh kabupaten maupun kota tujuan. Selain itu, kuota transmigrasi untuk tahun 2026 juga belum ditetapkan.

“Hingga saat ini belum ada pembagian kuota dari kementerian dan provinsi,” pungkas Teguh.

Dengan tingginya minat masyarakat, program transmigrasi 2026 diprediksi akan menjadi salah satu program yang paling diminati, terutama bagi warga yang ingin mencari peluang baru melalui sektor pertanian di luar Pulau Jawa. (int)

Editor : Intan Maylani
#transmigrasi #grobogan #Transmigran