Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Retakan Panjang Muncul Lagi di Tanggul Sungai Tuntang Grobogan

Intan Maylani Sabrina • Jumat, 27 Maret 2026 | 08:29 WIB
RETAK: Kondisi tanggul sungai Tuntang di perbatasan Grobogan-Demak. (BBWS Pemali Juana untuk Radar Kudus)
RETAK: Kondisi tanggul sungai Tuntang di perbatasan Grobogan-Demak. (BBWS Pemali Juana untuk Radar Kudus)

GROBOGAN – Kondisi tanggul Sungai Tuntang di perbatasan Kabupaten Demak dengan Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah kembali memantik kekhawatiran warga.

Pasalnya, tanggul tersebut dilaporkan mengalami retakan cukup serius yang memanjang, tak jauh dari lokasi tanggul jebol pada Februari 2026 lalu.

Menindaklanjuti temuan tersebut, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana bergerak cepat melakukan penanganan darurat guna mencegah potensi kerusakan lebih parah.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Alam (OP SDA) IV BBWS Pemali Juana, Heri Santoso mengatakan pihaknya telah mengerahkan satu unit alat berat ke lokasi pada Kamis (26/3/2026).

“Hari ini kami terjunkan satu alat berat ke lokasi untuk tindak lanjut (perbaikan),” ujar Heri.

Heri menjelaskan, titik retakan kali ini tidak berada tepat di lokasi jebolan sebelumnya. Namun, retakan berada di sisi hilir dari titik tanggul yang sempat jebol beberapa waktu lalu.

Menurutnya, kondisi tanggul yang retak diduga dipengaruhi oleh material timbunan baru yang masih dalam tahap penyesuaian atau konsolidasi, sehingga lebih rentan mengalami pergeseran tanah.

“Karena timbunan baru. Kemarin peninggian dan penambahan penebalan dengan material setempat mungkin masih basah sehingga terjadi konsolidasi (kondisi tanah bergerak menyamping),” jelasnya.

Dalam penanganan yang dilakukan BBWS Pemali Juana kali ini, pihaknya akan memperkuat struktur tanggul menggunakan pancang serta jumbo bag untuk menahan pergerakan tanah.

 Sementara untuk titik jebolan lama, akan dilakukan penguatan tambahan menggunakan bronjong.

“Nanti akan kami kasih perkuatan dengan jumbo bag. Sementara lokasi jebolan akan kami perkuat dengan bronjong,” ungkapnya.

Diketahui sebelumnya, tanggul Sungai Tuntang sempat jebol pada Februari 2026 lalu dan mengakibatkan ratusan rumah serta lahan pertanian warga terendam banjir.

Dampak paling parah terjadi pada akses Jalan Semarang–Purwodadi yang sempat terputus akibat luapan air.

Kala itu, proses penutupan tanggul memakan waktu sekitar satu pekan, sementara perbaikan jalur jalan yang putus baru dapat disambungkan kembali setelah kurang lebih tiga pekan.

Dengan munculnya retakan baru ini, BBWS Pemali Juana memastikan langkah cepat dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang, terutama di tengah kekhawatiran warga yang masih trauma dengan banjir besar sebelumnya. (int)

Editor : Intan Maylani
#grobogan #tanggul sungai Tuntang #Retakan