Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kabar Baik! Jalur Purwodadi–Semarang Kembali Dibuka, Trans Jateng Langsung Siapkan Promo Tiket 50 Persen

Intan Maylani Sabrina • Jumat, 13 Maret 2026 | 14:19 WIB

DIBUKA: Trans Jateng koridor Godong-Penggaron jadi yang pertama melintasi kembali jalur Purwodadi-Semarang.
DIBUKA: Trans Jateng koridor Godong-Penggaron jadi yang pertama melintasi kembali jalur Purwodadi-Semarang.

GROBOGAN – Bus Trans Jateng rute Semarang–Grobogan menjadi kendaraan pertama yang melintas saat jalur utama Purwodadi–Semarang kembali dibuka, Jumat (13/3/2026).

Jalur tersebut sebelumnya sempat tidak dapat dilalui akibat tanggul jebol Sungai Tuntang yang mengganggu akses transportasi di kawasan tersebut.

Dengan dibukanya kembali jalur utama tersebut, operasional Trans Jateng kini kembali normal hingga Terminal Godong.

Sebelumnya selama tanggul jebol, layanan bus hanya dapat beroperasi hingga Terminal Gubug.

Kasi Operasional Trans Jateng, Bambang Teguh Sugiarto, mengatakan sejak jalur tersebut kembali dapat dilalui kendaraan, bus Trans Jateng langsung melintas dan kembali melayani penumpang hingga tujuan akhir di Terminal Godong Kabupaten Grobogan.

“Selama tanggul jebol operasional hanya sampai Terminal Gubug. Mulai Jumat ini sudah bisa kembali melintas jalur utama Purwodadi–Semarang sampai Terminal Godong,” ujar Bambang.

Ia menjelaskan, gangguan operasional yang terjadi selama beberapa waktu terakhir berdampak cukup signifikan terhadap jumlah penumpang Trans Jateng di koridor tersebut.

Berdasarkan data operasional tahun 2026, jumlah penumpang Trans Jateng rute Semarang–Grobogan tercatat mengalami penurunan hingga 52,9 persen dibandingkan kondisi normal.

Pada Januari 2026, saat operasional masih berjalan normal, jumlah penumpang mencapai 107.243 orang dengan rata-rata 3.475 penumpang per hari.

Memasuki 1–15 Februari 2026, jumlah penumpang tercatat 52.596 orang. Angka tersebut kemudian kembali turun pada periode 15–28 Februari menjadi 21.173 penumpang, saat operasional mulai terdampak akibat tanggul jebol.

Penurunan juga masih terjadi pada awal Maret. Pada periode 1–8 Maret 2026, jumlah penumpang tercatat 13.176 orang atau rata-rata 1.636 penumpang per hari.

“Secara keseluruhan terjadi penurunan sekitar 52,9 persen dibandingkan kondisi normal,” jelas Bambang.

Untuk mengejar kembali jumlah penumpang setelah jalur kembali normal, Trans Jateng berencana menggandeng Bank Central Asia (BCA) dalam program promosi tarif bagi penumpang umum.

Melalui kerja sama tersebut, masyarakat akan mendapatkan diskon tiket hingga 50 persen, dari tarif normal Rp 5.000 menjadi Rp 2.500.

Program promo tersebut rencananya akan berlangsung selama tujuh hari, mulai 22 hingga 28 Maret 2026.

Bambang berharap program promo tersebut dapat kembali menarik minat masyarakat menggunakan layanan transportasi massal Trans Jateng, khususnya pada rute Semarang–Grobogan.

“Harapannya dengan promo ini jumlah penumpang bisa kembali meningkat, apalagi sekarang jalur utama Purwodadi–Semarang sudah bisa dilalui kembali,” pungkasnya. (int)

Editor : Mahendra Aditya
#grobogan #trans jateng