Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kaki Terus Membesar, Tim Kemenkes dan Dinkes Turun Periksa Warga Grobogan

Intan Maylani Sabrina • Jumat, 6 Maret 2026 | 15:21 WIB

RAPID TEST: Tim Kemenkes RI saat melakukan pembersihan dan rapid test diduga kaki gajah.
RAPID TEST: Tim Kemenkes RI saat melakukan pembersihan dan rapid test diduga kaki gajah.

GROBOGAN – Dugaan kasus kaki gajah (filariasis) pada seorang warga di Kabupaten Grobogan mendapat perhatian serius pemerintah.

Meski sejumlah pemeriksaan menunjukkan hasil negatif, penanganan tetap dilakukan secara intensif hingga melibatkan tim dari Kementerian Kesehatan RI.

Pasien berinisial A.S. (32) warga Kecamatan Grobogan ini diketahui mengalami pembengkakan pada kaki kiri sejak kecil.

Namun kondisi tersebut mulai membesar secara signifikan sejak tahun 2023.

Berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi (PE) petugas kesehatan, pembengkakan pada kaki kiri terukur cukup besar di beberapa titik.

Hasil pengukuran lingkar kaki tercatat sekitar 32 cm, 45 cm, 66 cm, 58 cm hingga 56 cm pada beberapa bagian tertentu.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Grobogan Sri Hadi Nugroho mengatakan, berdasarkan pemeriksaan klinis di lapangan, kondisi pasien saat ini termasuk limfedema stadium 4.

“Sejak kecil kaki kiri pasien memang terlihat lebih besar dari kaki kanan. Namun pembengkakan mulai membesar sejak sekitar tahun 2023,” jelasnya.

Saat kali pertama dicurigai sebagai kasus filariasis pada 2023, pasien juga sempat mendapatkan pengobatan awal dari petugas kesehatan.

“Pasien sempat mendapatkan terapi obat Diethylcarbamazine (DEC) selama 10 hari berturut-turut sebagai penanganan awal suspek filariasis,” ujarnya.

Untuk memastikan diagnosis, petugas kesehatan melakukan pemeriksaan apusan darah tebal dan tipis pada (9/1/26 di RSUD Soedjati Purwodadi. Hasilnya menunjukkan tidak ditemukan parasit mikrofilaria.

Selanjutnya, pada Kamis (5/3) Ketua tim dari Kementerian Kesehatan RI turun langsung ke Grobogan dan melakukan pemeriksaan lanjutan menggunakan rapid test filariasis. Hasil rapid test tersebut juga menunjukkan negatif.

“Ini menandakan kemungkinan besar tidak ada infeksi cacing aktif, namun tidak mutlak bebas,” terang Sri Hadi.

Meski hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan negatif, kondisi pembengkakan pada kaki kiri pasien bersifat menetap dan tidak mengempis saat bangun tidur, sehingga tetap perlu pemantauan dan penanganan medis lebih lanjut.

Pemerintah daerah bersama Kemenkes kini terus melakukan pemantauan terhadap kondisi pasien sekaligus memastikan penanganan yang tepat agar tidak menimbulkan komplikasi serta mencegah potensi penularan di masyarakat. (int)

Editor : Ali Mustofa
#grobogan #kaki gajah