Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sosok Wiedji Mulyati Pengusaha Umroh Asal Grobogan Berburu Keberkahan Ngopeni Lansia

Sirojul Munir • Jumat, 27 Februari 2026 | 08:30 WIB

 Direktur Utama PT Hanifa Wisata Utama Wiedji Mulyati
Direktur Utama PT Hanifa Wisata Utama Wiedji Mulyati

RADAR KUDUS - DIBALIK Kesukseskan  PT Hanifa Wisata Utama sebagai biro perjalanan Umroh dan Haji di Kabupaten Grobogan.

Ada Sosok Direktur Utama, Wiedji Mulyati, yang meniti perjalanan panjang sebelum akhirnya mandiri.

Perempuan asli Grobogan itu mengawali kiprahnya sebagai Kepala Cabang travel umrah di Kabupaten Grobogan sejak 2016 hingga April 2025.

“Alhamdulillah, setelah hampir sembilan tahun berproses, saya bisa mendirikan travel sendiri di Grobogan,” tuturnya.

Hanifa Wisata Utama resmi membuka operasional pada Juni 2025. Momentum itu bertepatan dengan musim haji, di mana pada Juli 2025 pihaknya turut memberangkatkan jamaah.

Sejak berdiri hingga awal 2026, tercatat sebanyak 680 jamaah telah diberangkatkan ke Tanah Suci.

MENCARI BERKAH – Rombongan Umroh dari PT Hanifa Wisata Utama ketika berada di tanah suci Makkah dan Madinah.
MENCARI BERKAH – Rombongan Umroh dari PT Hanifa Wisata Utama ketika berada di tanah suci Makkah dan Madinah.

Sebagai owner, Wiedji leluasa merancang paket sesuai kebutuhan masyarakat. Ia menyediakan paket ekonomis yang terjangkau hingga paket premium dengan fasilitas terbaik. Bahkan, tren umrah privat juga dilayani.

“Sekarang satu orang pun bisa berangkat. Satu keluarga juga bisa atur sendiri waktu dan anggaran keberangkatan,” jelasnya.

Ia juga menyikapi fenomena umrah mandiri dan backpacker secara bijak. Menurutnya, jamaah tetap bisa mandiri, namun harus berada dalam pengawasan travel demi keamanan dan kelancaran administrasi.

Apalagi saat ini kebijakan visa umrah semakin ketat. Sistem penerbitan visa telah terkoneksi dengan hotel. Jika pemesanan hotel tidak sesuai sistem atau belum lunas, visa tidak akan keluar. “Karena itu pendampingan travel sangat penting,” tegasnya.

Hampir satu tahun berjalan, operasional Hanifa Wisata Utama diakuinya relatif lancar tanpa kendala berarti.

Berbeda dengan banyak travel yang berkantor pusat di luar daerah, Wiedji justru menempatkan pusat perusahaan di Purwodadi, Grobogan. Langkah itu diambil sebagai bentuk kecintaan terhadap daerah asal.

“Saya ingin mengangkat nama Grobogan. Buktinya jamaah kami bukan hanya dari Grobogan, tapi juga dari Kendari dan Makassar,” ujarnya.

Saat ini, Hanifa Wisata Utama memiliki lima kantor cabang di Demak, Purwokerto, Surabaya, Depok (Jawa Barat), dan Semarang.

Mengusung slogan “Bersama Hanifa Semua Bisa Umroh”, perusahaan ini menghadirkan berbagai program tabungan. Salah satunya tabungan bebas dengan setoran awal Rp300 ribu. Jamaah bahkan diberikan celengan umrah untuk menabung di rumah, yang kemudian dikelola tim bekerja sama dengan Gala Mitra Syariah dan Bank Permata Syariah.

Ada pula program Tabungan Istiqomah dengan setoran Rp500 ribu per bulan. Setelah empat bulan, jamaah sudah ditawari jadwal keberangkatan. Skema ini dinilai membantu masyarakat yang rindu ke Baitullah namun terkendala biaya.

Keputusan memilih bisnis umrah bukan tanpa alasan. Wiedji mengaku pernah mengalami sendiri perjalanan umrah yang membuat hatinya tergerak. Ia melihat banyak jamaah lanjut usia – sekitar 60 persen – yang membutuhkan pendampingan intensif.

“Di hotel ada yang bingung buka pintu, naik lift, bahkan lupa jalan ke masjid. Dari situ saya merasa umrah itu bukan sekadar perjalanan, tapi pelayanan,” kenangnya.

Sepulang dari Tanah Suci, ia memantapkan diri membangun travel dengan konsep pelayanan maksimal. Ia bahkan menjuluki dirinya sebagai “Pelayan Tamu Allah”.

Dalam operasional, ia kerap turun langsung mendampingi jamaah. Saat ini Hanifa Wisata Utama didukung 36 tour leader bersertifikat profesional dan kompeten. Selain itu, tersedia ustaz mutawif di Tanah Suci serta pendamping dari Indonesia.

Tak hanya fokus pada bisnis, perusahaan juga aktif dalam kegiatan sosial. Setiap Jumat selama Ramadan, dibagikan 300 paket takjil gratis. Selain itu, disalurkan 50 bingkisan sembako serta santunan anak yatim. Bahkan menjelang Lebaran, anak-anak yatim diajak membeli baju baru sendiri.

Struktur internal perusahaan pun tertata, mulai dari tenaga administrasi, operasional, layanan koper dan pembuatan paspor, hingga akuntan.

Bagi Wiedji, perjalanan ini bukan semata soal angka jamaah, melainkan keberkahan. “Selama kita niatkan melayani tamu Allah, insyaallah dimudahkan,” pungkasnya. (mu)

Editor : Mahendra Aditya
#madinah #pengusaha perempuan #kabupaten grobogan #biro umroh dan haji #Makkah Al-Mukarramah