GROBOGAN – Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, Harmusa Oktaviani, menggelar kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Desa Karanggeneng, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Selasa (17 Februari 2026).
Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi persatuan bangsa.
Dalam kegiatan tersebut, Harmusa menegaskan pentingnya penghayatan serta penerapan nilai-nilai empat pilar kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari guna menjaga keutuhan bangsa di tengah keberagaman masyarakat.
Acara ini diikuti oleh tokoh masyarakat serta perwakilan organisasi kemasyarakatan setempat.
Menurutnya, sosialisasi ini tidak hanya menjadi sarana penyampaian materi kebangsaan, tetapi juga ruang refleksi bersama mengenai peran Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika dalam membentuk kehidupan sosial masyarakat.
Ia menekankan bahwa keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia bukanlah sumber perpecahan, melainkan kekuatan sosial yang harus dijaga dan dipelihara secara berkelanjutan.
“Kondisi masyarakat yang majemuk dan multikultural menuntut implementasi nilai empat pilar kebangsaan untuk menjaga persatuan dan kesatuan. Semangat gotong royong sebagai warisan leluhur bangsa juga mencerminkan nilai-nilai kebangsaan yang harus terus dirawat oleh seluruh elemen masyarakat,” ujar Harmusa di hadapan peserta.
Selain itu, Harmusa menyoroti pentingnya peran keluarga dan lingkungan sosial sebagai tempat pertama dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan.
Ia menilai persatuan bangsa dapat dibangun melalui sikap sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti menjaga hubungan bertetangga, menjalin komunikasi yang baik, serta menyikapi perbedaan secara bijaksana.
Menurutnya, kekuatan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kebijakan besar di tingkat nasional, tetapi juga oleh etika sosial yang tumbuh dalam keluarga dan lingkungan masyarakat.
Melalui sosialisasi tersebut, Harmusa berharap masyarakat tidak sekadar memahami konsep Empat Pilar Kebangsaan secara teoritis.
Tetapi mampu menerapkannya dalam perilaku sosial sehari-hari sehingga keberagaman tetap terjaga dan persatuan bangsa semakin kokoh sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara. (noe)
Editor : Ali Mustofa