GROBOGAN – Upaya meningkatkan budaya literasi di Kabupaten Grobogan terus diperkuat. Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Grobogan menggandeng sejumlah pemangku kepentingan dalam forum pengembangan literasi berbasis masyarakat, khususnya menyasar kalangan kurang mampu.
Kegiatan yang digelar di Perpustakaan Daerah tersebut dihadiri Bunda Literasi dan Bunda PAUD Grobogan Suyatun Setyo Hadi, Ketua Komisi D DPRD Grobogan Mansata Indah Maratona, perwakilan Bappeda, Baperida, Disporabudpar, ITB MG, Universitas An Nur, komunitas buku, hingga kelompok parenting.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Grobogan Supriyanto menegaskan, program literasi yang dikembangkan menitikberatkan pada pendekatan inklusif dan berbasis masyarakat.
“Ilustrasi yang kami bangun berbasis masyarakat kurang mampu. Di sini kami mendidik tanpa dipungut biaya, semuanya gratis,” ujarnya.
Berbagai kegiatan rutin digelar, bahkan dalam satu program bisa dilaksanakan beberapa kali dalam sebulan di perpustakaan. Mulai dari komunitas mewarnai untuk anak-anak, kelas bahasa Inggris, membaca nyaring (read aloud), hingga pendampingan literasi keluarga.
Seluruhnya dirancang untuk merangkul masyarakat lapisan bawah agar memiliki akses yang sama terhadap bahan bacaan dan edukasi.
Menurutnya, literasi bukan hanya soal kemampuan membaca teks, tetapi juga membaca situasi sosial dan membangun karakter. Karena itu, pihaknya berharap dukungan Bunda PAUD melalui koordinasi tingkat Jawa Tengah dapat semakin menekankan pentingnya literasi membaca dan literasi sosial di tengah masyarakat.
“Sasarannya jelas, membangun kegemaran membaca dan meningkatkan minat baca anak-anak desa,” tegasnya.
Hasil pelaksanaan program literasi tersebut nantinya akan dirumuskan dan disampaikan oleh Baperida dalam forum Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sebagai bahan pertimbangan kebijakan lanjutan.
Selain itu, Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dan Taman Pendidikan Baca Masyarakat (TPBM) dipastikan akan mendapatkan hibah buku guna memperkaya koleksi bacaan.
Dukungan juga datang dari kalangan pendidikan. Perwakilan SMK Kradenan menyampaikan telah menyusun proposal bantuan literasi ke pemerintah pusat untuk tahun 2026. Namun realisasi anggaran diperkirakan hanya sekitar 40 persen karena sebagian dialihkan ke program sekolah rakyat.
Meski demikian, semangat memperkuat literasi tidak surut. Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Grobogan menegaskan komitmennya untuk membawa lembaga yang dipimpinnya semakin maju.
“Saya ingin menciptakan Dinarpusda Grobogan lebih baik lagi karena ada nama besar yang harus dijaga,” tandasnya.
Dengan kolaborasi lintas sektor, literasi diharapkan tidak hanya menjadi program seremonial, tetapi benar-benar tumbuh sebagai gerakan bersama di tengah masyarakat Grobogan. (mun)
Editor : Mahendra Aditya