Angga Putra, Camat Godong Pakai Seragam SD, Musrenbangcam Kirim Pesan Kuat: Pembangunan Dimulai dari Pendidikan
Mahendra Aditya Restiawan• Kamis, 12 Februari 2026 | 20:00 WIB
UNIK: Undangan yang hadir di Musrenbangcam Godong menggunakan ompreng MBG.
GROBOGAN – Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) Godong untuk tahun 2026 berlangsung tak biasa.
Camat Godong, Angga Putra Widanis, hadir mengenakan seragam Sekolah Dasar (SD), sebuah simbol kuat tentang arah pembangunan yang ingin ditekankan.
Pilihan busana tersebut bukan sekadar atraksi. Angga ingin menyampaikan pesan bahwa pembangunan daerah seharusnya berangkat dari pendidikan dasar dan pembentukan karakter sejak usia dini.
Musrenbangcam yang digelar dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Grobogan Tahun 2027 itu mengusung tema “Penguatan Perekonomian Daerah yang Inklusif, SDM Berkualitas, dan Pelayanan Publik yang Modern.” Subtema yang diangkat menegaskan pesan tersebut, yakni “Membangun Bangsa dan Negara Melalui Penguatan Pendidikan, Karakter, dan Moral Generasi Muda.”
Tidak hanya camat, nuansa pendidikan juga tampak dari penampilan para kepala desa hingga sekretaris desa yang kompak mengenakan seragam pendidikan, baik formal maupun nonformal.
Keunikan Musrenbangcam Godong tidak berhenti di situ. Seluruh undangan yang hadir disuguhi makanan menggunakan foodtray atau ompreng, yang dikenal sebagai simbol program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penggunaan wadah tersebut sekaligus menjadi kampanye nyata pengurangan sampah plastik sekali pakai. Panitia menilai langkah ini selaras dengan upaya membangun kesadaran lingkungan dan karakter masyarakat sejak dini.
Dekorasi acara pun mengusung konsep lokal. Berbagai hasil desa dan produk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) ditampilkan sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ketahanan pangan dan ekonomi berbasis desa.
Pembangunan Manusia Jadi Pondasi
Angga menegaskan, keberhasilan pembangunan tidak semata diukur dari proyek fisik atau pertumbuhan ekonomi, melainkan dari kualitas sumber daya manusianya.
Menurutnya, pendidikan sejak usia dini merupakan titik awal pembentukan peradaban dan masa depan daerah. Ia menilai, generasi muda yang berpendidikan, berkarakter, dan bermoral akan menjadi penopang utama pembangunan jangka panjang.
Ia juga menekankan bahwa infrastruktur dapat mengalami kerusakan, tetapi jika manusianya kuat dan berdaya saing, daerah akan tetap tumbuh dan berkembang. Karena itu, pembangunan manusia harus ditempatkan sebagai prioritas utama.
Selain pesan simbolik, Musrenbangcam Godong juga menghasilkan sejumlah rumusan program konkret yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Di sektor infrastruktur dan pengendalian banjir, fokus diarahkan pada normalisasi Sungai Jajar Lama di beberapa desa.
Program yang diusulkan antara lain normalisasi di Desa Guyangan wilayah Desa Kramat sepanjang sekitar 2.000 meter dengan pagu Rp 500 juta, normalisasi di Desa Guci sepanjang kurang lebih 1.000 meter dengan pagu Rp 800 juta, serta normalisasi di Desa Sumberagung sepanjang 200 meter dengan anggaran Rp 300 juta.
Selain itu, normalisasi Kali Jajar Lama di Desa Gundi sepanjang sekitar 500 meter juga diusulkan dengan pagu Rp 500 juta. Seluruh program pengendalian banjir tersebut diajukan melalui BBWS Pemali–Juana.
Konektivitas dan Ketahanan Pangan
Pembangunan konektivitas wilayah turut menjadi prioritas. Sejumlah proyek yang dirumuskan mencakup pembangunan jembatan penghubung Desa Klampok–Kemloko dengan pagu Rp 1,5 miliar, pembangunan Jembatan Dusun Sidorejo Desa Kemloko dengan anggaran Rp 1,5 miliar, serta pembangunan Jalan Bulu–Saban di Desa Karanggeneng dengan nilai Rp 2 miliar. Seluruhnya diusulkan melalui Dinas PUPR.
Pada sektor ekonomi, Musrenbangcam Godong menitikberatkan penguatan pertanian dan ketahanan pangan sebagai basis ekonomi kecamatan.
Usulan yang disepakati meliputi pengadaan traktor di Desa Karanggeneng, pengadaan alat dan mesin pertanian berupa alat tanam serta chombie di Desa Godong, serta pengadaan satu unit drone spray padi di Desa Manggarmas melalui Dinas Pertanian.