Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Terungkap! Ternyata Ini Penyebab Dugaan Keracunan MBG di Tawangharjo Grobogan

Intan Maylani Sabrina • Senin, 9 Februari 2026 | 20:23 WIB
MEMERIKSA: Tim Dokkes Polres Grobogan saat mengecek SPPG Pulongrambe Kecamatan Tawangharjo.
MEMERIKSA: Tim Dokkes Polres Grobogan saat mengecek SPPG Pulongrambe Kecamatan Tawangharjo.

GROBOGAN - Penyebab dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa delapan siswa di  Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, akhirnya terungkap. Hasil pemeriksaan laboratorium menyatakan menu MBG yang dikonsumsi siswa mengandung bakteri Escherichia coli (E.Coli).

Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Sabtu (31/1/2026) dan berdampak pada delapan siswa dari beberapa sekolah dasar di wilayah Tawangharjo.

Para korban mengalami gejala mual, muntah, pusing, hingga harus mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Tawangharjo dan RSUD dr Soedjati Purwodadi.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Grobogan, Djatmiko, mengungkapkan bahwa hasil uji laboratorium menunjukkan bakteri e-coli ditemukan pada sejumlah komponen menu MBG, namun tidak pada susu.

“Hasil uji lab menunjukkan nasi, acar wortel, dan buah naga positif mengandung bakteri E. coli. Sementara untuk susu, dinyatakan aman,” ujar Djatmiko, Senin (9/2/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan, susu yang dikonsumsi siswa secara administratif masih layak konsumsi karena belum melewati masa kedaluwarsa.

“Kalau merujuk tanggal kedaluwarsa, susu masih aman karena expired date-nya (ED) November 2026,” jelasnya.

Kasus ini menjadi perhatian serius Pemkab Grobogan karena berkaitan langsung dengan program nasional MBG.

Dinkes Grobogan menegaskan akan memperketat pengawasan mulai dari pengolahan, penyimpanan, distribusi, hingga penyajian menu MBG, guna mencegah kejadian serupa terulang.

“Ini jadi evaluasi besar. MBG harus aman, sehat, dan benar-benar memberi manfaat, bukan justru menimbulkan risiko kesehatan bagi anak-anak,” tegas Djatmiko. (int)

Editor : Mahendra Aditya
#SPPG #grobogan #Mbg