Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

SPPG Pulongrambe di Grobogan Setop Sementara Distribusi MBG Usai Delapan Siswa Diduga Keracunan Susu

Intan Maylani Sabrina • Minggu, 1 Februari 2026 | 08:57 WIB
INVESTIGASI: Tim gabungan saat melakukan PE dan investigasi di SPPG Pulongrambe Kecamatan Tawangharjo, Grobogan,
INVESTIGASI: Tim gabungan saat melakukan PE dan investigasi di SPPG Pulongrambe Kecamatan Tawangharjo, Grobogan,

GROBOGAN – Dugaan keracunan susu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa delapan siswa SDN 2 Pulongrambe dan SDN 3 Mayahan, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, pada Jumat (30/1), berbuntut penghentian sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pulongrambe.

Per Senin (2/2), SPPG Pulongrambe menghentikan penyaluran menu MBG kepada 3.115 penerima manfaat sambil menunggu hasil uji laboratorium.

Kepala SPPG Pulongrambe, Dwi Bayu Kurniawan, mengatakan penghentian dilakukan atas permintaan pihak terkait untuk memastikan penyebab pasti dugaan keracunan tersebut.

“Kami diminta berhenti dulu sampai mengetahui hasil laboratoriumnya,” ujarnya.

Terkait dugaan susu bermerek tertentu sebagai pemicu kasus tersebut, Dwi Bayu menegaskan bahwa produk susu yang didistribusikan masih dalam masa layak konsumsi. Berdasarkan kemasan, expired date (e.d) tercantum pada 1 Oktober 2026, 3 Oktober 2026, dan 5 November 2026.

“Barang datang juga baru Kamis (29/1) malam. Waktu itu ada dua varian, putih dan cokelat,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, pihak SPPG langsung menarik seluruh stok susu dari peredaran dan menghentikan sementara aktivitas dapur produksi.

“Untuk ke depan masih akan dievaluasi. Sementara dapur kami hentikan dulu,” tambahnya.

Sementara itu, pemilik SPPG Pulongrambe, M Sodiq, mengungkapkan dugaan adanya kardus susu yang bocor sebagai salah satu kemungkinan penyebab masalah.

“Setiap sebelum distribusi, biasanya seluruh karyawan mencicipi menu makanan yang dimasak. Saat hari kejadian, menu makanannya sudah dicoba dan aman. Namun untuk susunya memang tidak dicoba,” ungkapnya.

Hingga saat ini, penyebab pasti dugaan keracunan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Operasional SPPG Pulongrambe tetap dihentikan sementara sebagai bentuk kehati-hatian dan perlindungan terhadap penerima manfaat program MBG. (int)

Editor : Mahendra Aditya
#SPPG #grobogan #Mbg