GROBOGAN – Hasil uji laboratorium atas dugaan keracunan massal dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Grobogan akhirnya keluar.
Dari pemeriksaan yang dilakukan, makanan dan minuman yang disajikan kepada penerima manfaat dinyatakan positif mengandung bakteri Escherichia coli (E-Coli).
Kepala Dinas Kesehatan Grobogan, dr. Djatmiko, mengungkapkan bahwa hampir seluruh komponen menu yang dikonsumsi terkontaminasi bakteri yang umumnya berasal dari sanitasi dan air yang tidak higienis.
“Yang positif itu air minum, nasi kuning, telur dadar, lalapan selada, lalapan timun, dan tempe kripik,” ujar dr Djatmiko.
Menurutnya, temuan tersebut menegaskan bahwa sumber keracunan tidak hanya berasal dari satu jenis makanan.
Melainkan dari rangkaian konsumsi yang disajikan dalam program MBG.
Djatmiko menyoroti penggunaan air sebagai faktor paling krusial.
Air yang dipakai dalam proses pengolahan hingga penyajian diduga kuat menjadi media utama penyebaran bakteri.
“Air menjadi perhatian serius. Ke depan akan kami evaluasi menyeluruh, mulai dari sumber air sampai proses pengolahannya,” jelasnya.
Ia menegaskan, sebelum program kembali dijalankan, seluruh proses produksi makanan harus dipastikan memenuhi standar keamanan pangan.
Pengawasan dan kontrol akan diperketat untuk mencegah kejadian serupa terulang.
“Akan dipastikan terlebih dahulu treatment seperti apa yang dilakukan, sehingga aman atau tidaknya bisa dipastikan saat nanti sudah beroperasi kembali,” tegasnya.
Kasus ini sebelumnya menyebabkan 804 penerima manfaat mengalami gejala keracunan massal.
Sehingga memicu evaluasi besar terhadap pelaksanaan program MBG di Kabupaten Grobogan. (int)
Editor : Ali Mustofa