GROBOGAN – Perkembangan penanganan kasus dugaan keracunan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan menunjukkan tren positif.
Dari ratusan korban terdampak, kini hanya tersisa dua pasien yang masih menjalani perawatan intensif di fasilitas kesehatan.
Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan mencatat, total 803 orang mengalami dugaan keracunan makanan yang bersumber dari SPPG Kuwaron.
Sebanyak 115 orang sempat mendapatkan perawatan intensif, namun seiring penanganan medis yang dilakukan secara cepat dan terkoordinasi, kondisi korban berangsur membaik.
Wakil Direktur Pelayanan RSUD dr R. Soedjati Purwodadi, dr Titik Wahyuningsih, menyampaikan bahwa hingga Kamis (15/1/2026) sudah tidak ada lagi pasien dugaan keracunan MBG yang dirawat di rumah sakit tersebut.
“Pagi tadi sekitar pukul 07.00 WIB masih ada satu pasien. Setelah dilakukan visite pagi, pasien dinyatakan boleh pulang dan langsung dipulangkan. Saat ini sudah nihil,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Ki Ageng Getas Pendowo Gubug, dr Agus Budi Sarjono, menjelaskan bahwa dua pasien yang masih menjalani perawatan intensif saat ini berasal dari Ponpes Miftahul Huda Ngroto, Kecamatan Gubug.
Menurutnya, kedua pasien tersebut masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada Rabu (14/1) dengan keluhan utama lemas dan demam tinggi.
“Per Rabu Malam ada dua pasien dari Ponpes Miftahul Huda Ngroto yang masuk IGD dengan keluhan lemas dan demam tinggi. Sampai sekarang masih tersisa dua pasien yang kami rawat secara intensif,” terang Agus.
Meski demikian, Agus memastikan kondisi kedua pasien tersebut terus dipantau dan mendapatkan penanganan medis secara optimal.
Secara keseluruhan, Dinas Kesehatan Grobogan menilai penanganan kasus ini telah memasuki fase pemulihan.
Namun, proses penelusuran dan investigasi penyebab keracunan masih berjalan. Sampel makanan MBG telah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.
“Hasil uji laboratorium diperkirakan keluar sekitar 10 hari sejak pengujian sampel,” ujar Kepala Dinkes Grobogan dr Djatmiko.
Dinas Kesehatan menegaskan evaluasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan MBG akan terus diperketat guna menjamin keamanan pangan dan mencegah kejadian serupa terulang. (int)
Editor : Mahendra Aditya