GROBOGAN – Kasus dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Grobogan terus meluas.
Hingga Senin malam (12/1/2026), jumlah korban terdampak dilaporkan mencapai 803 orang, memicu perhatian serius pemerintah pusat hingga Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) RI dijadwalkan turun langsung ke Grobogan.
Kabid Yankesjang Dinas Kesehatan Grobogan, Edy Widodo, mengatakan dari total 2.904 penerima manfaat MBG di SPPG Kuwaron Kecamatan Gubug, ratusan di antaranya mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi menu nasi kuning, telur dadar, dan abon.
“Per Senin malam pukul 19.00 WIB, jumlah yang terdampak tercatat 803 orang. Sebanyak 690 orang sudah dinyatakan sembuh, sementara 113 lainnya masih menjalani perawatan di fasilitas kesehatan,” ujar Edy.
Korban berasal dari berbagai satuan pendidikan, mulai dari TK, SD hingga pondok pesantren, dengan jumlah terbesar berasal dari Pondok Pesantren Miftahul Huda.
Menurut Edy, kondisi para pasien yang masih dirawat terpantau stabil dan terus mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur.
“Kami terus memantau perkembangan kondisi pasien dan memastikan seluruh korban mendapatkan layanan kesehatan yang dibutuhkan,” katanya.
Meluasnya dampak kasus ini menarik perhatian pemerintah pusat. Menindaklanjuti pemberitaan yang viral secara nasional, Kementerian HAM RI melalui Kantor Wilayah Jawa Tengah menyampaikan surat resmi kepada Bupati Grobogan terkait rencana kunjungan langsung Menteri HAM RI hari ini.
Dalam agenda tersebut, Menteri HAM RI dijadwalkan meninjau korban keracunan MBG, mengikuti rapat pembinaan SPPG di pendapa serta meninjau langsung SPPG Kuwaron yang diduga menjadi lokasi penyedia makanan MBG.
Kunjungan ini dimaksudkan untuk memastikan pemenuhan hak atas kesehatan, khususnya bagi anak-anak sebagai penerima manfaat program.
Pemkab bersama instansi terkait saat ini masih melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional SPPG, termasuk aspek keamanan pangan dan pengawasan proses produksi serta distribusi makanan.
“Langkah evaluasi ini penting agar kejadian serupa tidak terulang dan kepercayaan publik terhadap program MBG tetap terjaga,” kata Edy.
Kasus dugaan keracunan MBG di Grobogan menjadi peringatan serius bahwa program strategis nasional harus diiringi pengawasan ketat, terutama ketika menyangkut keselamatan dan kesehatan ribuan anak sebagai penerima manfaat.(int)
Editor : Ali Mustofa