Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Masih Ada 108 Siswa Dirawat RS Akibat Dugaan Keracunan MBG

Sirojul Munir • Senin, 12 Januari 2026 | 18:01 WIB
MASIH DIRAWAT - Salah satu santri putri Ponpes Miftahul Huda masih dirawat di RS Getas Pendowo Gubug diduga akibat keracunan MBG, Senin (12/1).
MASIH DIRAWAT - Salah satu santri putri Ponpes Miftahul Huda masih dirawat di RS Getas Pendowo Gubug diduga akibat keracunan MBG, Senin (12/1).

GROBOGAN –  Sebanyak 108 siswa dan santri korban dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Gubug masih di rawat di rumah sakit dan Puskesmas, Senin (12/1). Semua korban masih mendapatkan perawatan intensif dari tim kesehatan.

Rincian korban tersebut dirawat paling banyak di RSUD Ki Ageng Getas Pendowo ada 42 orang, RSUD R Soedjati Purwodadi  30 orang, Puskesmas Karangrayung 1 ada 12 orang dan Puskesmas Kedungjati ada 7 Orang. Kemudian Puskesmas Gubug 1 ada 3 orang, RS Permata Bunda ada 1 orang, Puskesmas Toroh 1 ada 1 orang, Puskesmas Klambu ada 6 orang, Puskesmas Grobogan ada 1 orang dan Puskesmas Godong 1 ada  5 orang.

Dari jumlah tersebut turun dibandingkan pada kejadian pada Sabtu (10/1) tercatat 780 orang terdampak dari total 2.904 penerima manfaat MBG.

Menu MBG tersebut diketahui disuplai oleh SPPG Sami Kaya Food yang beralamat di Jalan Raya Gubug-Kedungjati KM 2, Desa Kuwaron, Kecamatan Gubug.

Dari total 780 orang terdampak, 156 orang harus menjalani penanganan medis, baik rawat inap maupun rawat jalan. Sebanyak 108 orang menjalani rawat inap di sejumlah rumah sakit dan puskesmas, sementara 49 orang lainnya menjalani rawat jalan dan observasi.

Pengurus Yayasan Miftahul Huda Ngroto Harsono menyampaikan bahwa keluhan para santri mulai dirasakan pada malam hari setelah menyantap menu MBG, dengan gejala seperti mual, sakit perut, muntah, hingga dehidrasi.

”Selain dirawat di RS dan Puskesmas juga ada rawat jalan observasi di ponpes putri ada 7 orang  dan PKD (Pusat Kesehatan) Ngroto ada 42,” ujarnya.

Sekda Grobogan Anang Armunanto mengatakan, menindaklanjuti dari kejadian dugaan keracunan MBG di Kecamatan akan memanggil semua SPPG di Kabupaten Grobogan besok pagi, Selasa (13/1) di aula Dinas Kesehatan Grobogan. Pemanggilan tersebut untuk melakukan pembinaan agar SPPG menaati Standart Operasional Prosedur (SOP) pelaksanan MBG.

”Evaluasi ini kami lakukan agar tidak terulang kembali lagi,” kata Anang Armunanto.

Disebutkan jumlah SPPG yang sudah operasional ada 107 SPPG dan yang belum operasional dan yang belum operasioal  21 SPPG. Total ada 128 SPPG.

Sedangkan untuk penyebab keracunan masih dilakukan pemeriksaan dan pengambilan sample untuk diuji laborat.

”Kami juga lakukan evaluasi tentang denah pembangunan dapur SPPG ya . karena saya lihat dari sidak di SPPG Kuwaron yang memasak di Kecamatan Gubug sanitasi air kurang baik dan tempat memasak dan penataan makanan siap saji masih jadi satu,” terang dia.

Kemungkinan penyebab keracunaan, dugaan sementara juga karena distribusi ke sekolah terlalu lama. Sebelum kejadian keracunan pada Jumat (9/1) lalu didistribusikan pada pukul 09.00 WIB. Namun, saat kejadian didistribusikan pada pukul 11.00 WIB. Bahkan sebagian di makan siswa setelah melaksanaan salat Jumat.

”Kejadian ini belum termasuk KLB (Kejadian Luar Biasa) hanya sebagian kecil dari penerima manfaat,” tandasnya.

Terkait dengan biaya perawatan siswa di Rumah Sakit, Sekda mengaku juga keberatan. Karena ada klaim dari Satgas SPPG.

Namun, kenyataan dilapangan sementara ditanggung oleh pemerintah daerah. Hal itu, terkendala dengan korban tidak hanya siswa asal KTP Grobogan tetapi juga banyak dari luar daerah. Sehingga klaim pemberian bantuan pengobatan belum bisa tercover.

”Biaya ini akan kami konsultasikan ke Badan Gizi Nasional (BGN). Agar Pemkab Grobogan tidak keberatan dengan biayanya,” tambahnya. (mun)

Editor : Mahendra Aditya
#SPPG #BGN #keracunan mbg