Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Jembatan Gantung Garuda Siap Hubungkan Ngombak–Kentengsari Grobogan

Intan Maylani Sabrina • Senin, 12 Januari 2026 | 08:23 WIB
LOKASI JEMBATAN GARUDA: Dandim 0717/Grobogan Letkol Inf Wefri Sandiyanto saat meninjau bakal lokasi jembatan garuda di Desa Ngombak Kecamatan Kedungjati.
LOKASI JEMBATAN GARUDA: Dandim 0717/Grobogan Letkol Inf Wefri Sandiyanto saat meninjau bakal lokasi jembatan garuda di Desa Ngombak Kecamatan Kedungjati.

GROBOGAN– Akses warga Desa Ngombak–Kentengsari Kecamatan Kedungjati Kabupaten Grobogan yang selama ini memutar hingga tujuh kilometer segera dipangkas.

Jembatan Gantung Garuda kini masuk tahap peninjauan lokasi.

Warga akhirnya bisa berharap pada akses penghubung yang lebih dekat dan efisien.

Selama ini, aktivitas sehari-hari harus ditempuh dengan jarak memutar hingga enam sampai tujuh kilometer.

Kondisi tersebut segera berubah seiring rencana pembangunan Jembatan Gantung Garuda di wilayah tersebut.

Dandim 0717/Grobogan Letkol Inf Wefri Sandiyanto meninjau langsung lokasi rencana pembangunan jembatan di Dusun Metuk, Desa Ngombak, Kecamatan Kedungjati, belum lama ini.

Peninjauan ini menjadi langkah awal sebelum dilakukan pengukuran teknis oleh Dinas PUPR Grobogan sebagai dasar perencanaan pembangunan

Letkol Inf Wefri Sandiyanto menyampaikan, dari tiga titik usulan pembangunan jembatan gantung, yakni Desa Ngombak di Kecamatan Kedungjati serta Desa Lajer dan Desa Winong yang berada di Kecamatan Penawangan, Desa Ngombak dinilai paling siap untuk direncanakan karena memiliki urgensi tinggi dan akses yang mendukung.

“Jembatan ini akan memangkas jarak tempuh warga secara signifikan. Selama ini masyarakat Desa Kentengsari dan Desa Ngombak harus memutar cukup jauh karena hanya mengandalkan satu jalur penghubung melalui Desa Kedungjati,” ujarnya.

Jembatan Gantung Garuda yang direncanakan akan dibangun dengan panjang sekitar 80 meter dan lebar 1,2 meter itu akan membentang di atas Sungai Tuntang.

Keberadaannya diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga, baik untuk aktivitas pendidikan, ekonomi, maupun pekerjaan sehari-hari, termasuk bagi masyarakat yang beraktivitas ke Kota Salatiga.

Diungkapkan, lokasi pembangunan jembatan juga dinilai strategis karena Desa Ngombak berbatasan langsung dengan Desa Tempuran yang masuk wilayah Kabupaten Semarang.

Selama ini jalur tersebut menjadi salah satu akses penting lintas wilayah.

Dandim menegaskan, pembangunan Jembatan Gantung Garuda merupakan bagian dari program pemerintah pusat atas instruksi Presiden RI Prabowo Subianto sebagai wujud kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah pedesaan yang masih memiliki keterbatasan akses infrastruktur.

“TNI berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah dalam memperkuat infrastruktur pedesaan. Harapannya, jembatan ini nantinya benar-benar memberi manfaat nyata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Letkol Inf Wefri Sandiyanto. (int)

Editor : Ali Mustofa
#grobogan #TNI Pengamanan IKN #Program Strategi Nasional #jembatan Garuda