Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sudah Bayar Lunas, Keberangkatan Umrah Belasan Warga Grobogan Tak Kunjung Terwujud, Apa Masalahnya>

Redaksi Radar Kudus • Jumat, 9 Januari 2026 | 16:23 WIB

KORBAN BIRO UMROH – Warga Desa Teguhan Kecamatan Grobogan menjadi korban biro Umroh yang tidak diberangkatkan padahal sudah lengkap semua.
KORBAN BIRO UMROH – Warga Desa Teguhan Kecamatan Grobogan menjadi korban biro Umroh yang tidak diberangkatkan padahal sudah lengkap semua.

GROBOGAN – Kasus dugaan penipuan berkedok pemberangkatan ibadah umrah kembali mencuat di Kabupaten Grobogan.

Kali ini, sebanyak 13 warga Desa Teguhan, Kecamatan Grobogan, dilaporkan menjadi korban biro jasa umrah PT Muhajir Insani.

Para calon jemaah tersebut sebelumnya telah melakukan berbagai persiapan. Mereka bahkan sudah menggelar tasyakuran dengan mengundang tetangga dan keluarga.

Baca Juga: Gagal Berangkatkan Jemaah, Kepala Biro Umrah Grobogan Mengaku Ikut Tertipu Travel di Atasnya, Kok Bisa?

Tak hanya itu, bus dan kendaraan juga telah disewa untuk mengantar rombongan menuju Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, sebelum bertolak ke Arab Saudi.

Namun, rencana tersebut gagal terwujud. Jadwal keberangkatan yang dijanjikan pada 2 September 2025 dibatalkan secara sepihak oleh biro umrah yang berkantor di Desa Ngembak, Kecamatan Purwodadi.

Pihak biro kemudian memberikan janji keberangkatan ulang, tetapi hingga kini belum juga direalisasikan.

Merasa dirugikan, para calon jemaah akhirnya melaporkan kejadian ini ke Polres Grobogan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Satreskrim Polres Grobogan langsung meminta keterangan saksi dan korban di rumah salah satu korban di Desa Teguhan, pada Kamis (kemarin).

Salah satu korban, Sumarni, mengungkapkan bahwa ia dan suaminya, Darso, mendaftar umrah melalui PT Muhajir Insani setelah mendapat tawaran dari tokoh agama di desanya bernama Daimun.

Proses pendaftaran dilakukan dengan sistem pembayaran bertahap.

Baca Juga: Satu Rumah Warga Pelem Grobogan Roboh Diterjang Angin Kencang, Begini Kronologinya

Namun, saat hari keberangkatan tiba, janji tersebut tak kunjung ditepati.
“Ketika saya tanyakan, jawabannya hanya janji terus,” kata Sumarni.

Ia menambahkan, setelah gagal berangkat, dirinya bersama calon jemaah lain beberapa kali mendatangi kantor biro umrah serta rumah pemiliknya di Desa Ngembak, Kecamatan Purwodadi. Akan tetapi, mereka hanya mendapat kepastian semu.

“Sampai kemarin saya sudah menunggu lebih dari empat bulan, tapi belum juga diberangkatkan,” ujarnya.

Padahal, seluruh perlengkapan umrah telah disiapkan. Mulai dari paspor, vaksin, tas, uang saku, hingga kebutuhan lainnya.

Bahkan, di sela masa penantian, Sumarni juga telah menghafalkan doa-doa umrah.

Baca Juga: Fokus Kampus Lokal, Pemkab Grobogan Kucurkan Subsidi Kuliah untuk 84 Mahasiswa Sepanjang 2025

Untuk biaya, ia menyebut tarif umrah per orang sebesar Rp31.500.000 dengan durasi perjalanan 13 hari. Pembayaran dilakukan dengan sistem cicilan.

“Saya bayar tiga tahap. Pertama Rp10 juta, kedua Rp20 juta, dan ketiga Rp32 juta karena saya berangkat berdua dengan suami. Itu uang tabungan hasil bertani selama 10 tahun,” tuturnya lirih.

Sumarni mengaku seluruh pembayaran diserahkan melalui tokoh agama Daimun sebagai perantara biro umrah tersebut.

“Saya hanya berharap uang saya kembali. Dijanjikan berangkat, tapi kenyataannya tidak pernah berangkat,” tegasnya.

Hal serupa juga dialami keluarga Rusdi dan Mursini. Putri mereka, Marlina, mengatakan orang tuanya ikut mendaftar umrah melalui PT Muhajir Insani setelah mendapat ajakan dari tokoh masyarakat setempat, dengan jadwal keberangkatan yang sama, yakni 2 September 2025.

“Biaya yang kami bayarkan Rp29.500.000 per orang, karena mendaftar gelombang pertama tahun 2024 dan mendapat potongan promo Rp1 juta,” jelas Marlina.

Menjelang hari keberangkatan, tepatnya 1 September 2025, keluarga juga telah menggelar tasyakuran dengan mengundang tetangga dan kerabat.

Sarana transportasi untuk pengantar jemaah pun sudah disiapkan.

Baca Juga: Kapolres Grobogan Terima Satyalancana Wira Karya dari Presiden

“Kami sudah mengadakan yasinan, manaqiban, dan lainnya. Jadi merasa malu karena batal berangkat,” ungkapnya.

Sementara itu, kuasa hukum para korban, Faisal Arifin dari Lembaga Perlindungan Konsumen (LPK) RI Kabupaten Grobogan, menyatakan pihaknya memberikan pendampingan hukum agar hak-hak korban dapat dipulihkan.

“Para korban sudah membayar lunas dan memiliki bukti kuitansi. Kami akan menempuh langkah hukum agar hak mereka bisa kembali,” tegas Faisal. (mun)

Editor : Ali Mustofa
#gagal berangkat #grobogan #Tasyakuran #umrah