Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Gagal Berangkatkan Jemaah, Kepala Biro Umrah Grobogan Mengaku Ikut Tertipu Travel di Atasnya, Kok Bisa?

Redaksi Radar Kudus • Jumat, 9 Januari 2026 | 16:13 WIB

Sutar, Kepala Biro Umroh PT Muhajir Insani Grobogan
Sutar, Kepala Biro Umroh PT Muhajir Insani Grobogan

GROBOGAN – Nasib sial tampaknya benar-benar dialami Sutar, Kepala Biro Umrah PT Muhajir Insani Grobogan.

Ia gagal memberangkatkan 13 calon jemaah umrah asal Desa Teguhan, Kecamatan Grobogan.

Kondisi tersebut membuatnya berada dalam situasi sulit, layaknya peribahasa “sudah jatuh tertimpa tangga”.

Baca Juga: Satu Rumah Warga Pelem Grobogan Roboh Diterjang Angin Kencang, Begini Kronologinya

Saat ditemui di kediamannya di Desa Ngembak, Kecamatan Purwodadi, suasana rumah Sutar tampak lengang.

Rumah sederhana berbahan kayu itu memiliki sebuah ruangan di bagian depan yang sebelumnya difungsikan sebagai kantor PT Muhajir Insani.

Namun kantor tersebut sudah lama tidak beroperasi. Pintu terkunci rapat, sementara di dalamnya hanya terlihat tumpukan berkas serta meja dan kursi yang tak lagi digunakan.

Selain mengelola biro umrah, Sutar juga diketahui menjabat sebagai Ketua RT 6/RW 1 Desa Teguhan.

Ketika wartawan Jawa Pos Radar Kudus memasuki rumahnya, ia hanya seorang diri yang menyambut.

Pria berusia sekitar 65 tahun itu masih terlihat bugar dan berbicara dengan lancar. Ia mengenakan kemeja batik yang dipadukan dengan sarung bermotif kotak-kotak.

Terkait gagalnya keberangkatan 13 warga Desa Teguhan, Sutar mengaku dirinya juga merasa menjadi korban.

Baca Juga: Fokus Kampus Lokal, Pemkab Grobogan Kucurkan Subsidi Kuliah untuk 84 Mahasiswa Sepanjang 2025

Ia menyebut telah menyetorkan dana kepada biro di tingkat atas untuk pengurusan tiket, visa, penerbangan, dan akomodasi hotel.

“Total dana yang sudah saya transfer ke Biro Travel Al Ajwa di Bandung mencapai Rp215 juta pada awal tahun 2025,” ungkap Sutar.

Namun, hingga mendekati jadwal keberangkatan, tiket dan visa jemaah tidak kunjung diterbitkan.

Belakangan, ia baru mengetahui bahwa kantor Biro Travel Al Ajwa telah tutup.

“Waktu awal 2025 kantornya masih buka. Beberapa waktu kemudian saya tahu kalau sudah tutup. Saya juga merasa tertipu,” tuturnya.

Baca Juga: Disorot Wapang TNI, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Grobogan Dikebut

Akibat kegagalan tersebut, para calon jemaah melaporkan kasus ini ke Polres Grobogan.

Sutar mengaku sudah mengetahui adanya laporan tersebut dan siap menghadapi proses hukum.

Meski demikian, ia masih berharap bisa memberangkatkan para jemaah yang telah membayar biaya umrah.

“Sampai sekarang belum ada pemeriksaan dari polisi. Saya tetap berharap masih ada solusi agar para jemaah bisa berangkat,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa kegagalan pemberangkatan ini bukan yang pertama.

Pada 2023 lalu, PT Muhajir Insani sempat gagal memberangkatkan calon jemaah asal Desa Ngembak, Kecamatan Purwodadi.

Meski sempat tertunda lama, jemaah akhirnya berhasil diberangkatkan.

Sementara itu, Kepala Desa Ngembak, Kecamatan Purwodadi, Awang Ayudha Kiswara, menyampaikan bahwa kasus gagal berangkat umrah yang melibatkan PT Muhajir Insani telah terjadi lebih dari satu kali.

Baca Juga: Fokus Kampus Lokal, Pemkab Grobogan Kucurkan Subsidi Kuliah untuk 84 Mahasiswa Sepanjang 2025

Pada 2023, terdapat empat warga desanya yang juga mengalami hal serupa.

“Warga sudah beberapa kali menggelar bancaan syukuran, bahkan sampai enam atau tujuh kali. Tiket dan keberangkatan sudah dijanjikan, tapi batal. Bus sudah disewa dan persiapan lain juga dilakukan,” jelas Awang.

Karena merasa ada kejanggalan, pihak desa kemudian melakukan pengecekan data visa umrah ke Bea Cukai atas nama para calon jemaah.

Hasilnya, data tersebut tidak ditemukan. Penelusuran dilanjutkan ke sebuah biro umrah di Bekasi, namun kantor biro yang disebut sebagai pihak pemberangkatan ternyata sudah kosong.

“Atas kondisi ini, kami meminta pertanggungjawaban dan kasusnya sudah dilaporkan ke Polres Grobogan,” tegasnya.

Awang juga mengaku prihatin terhadap tokoh agama yang menjadi perantara pemasaran biro umrah tersebut.

Menurutnya, tokoh tersebut kemungkinan besar tidak mengetahui akan terjadinya kegagalan keberangkatan.

“Beliau hanya sebatas perantara atau marketing, tapi justru ikut disalahkan oleh masyarakat,” pungkasnya. (mun)

Editor : Ali Mustofa
#grobogan #jemaah #PT Muhajir Insani #umrah