Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pimpinan PT Muhajir Insani Klaim Juga Jadi Korban, Rp215 Juta Disebut Tersendat di Biro Travel Bandung

Sirojul Munir • Kamis, 8 Januari 2026 | 18:30 WIB
SEPI – Tempat kantor Biro Umroh PT Muhajir Insani sekaligus rumah tinggal milik Sutar di Desa Ngembak, Kecamatan Purwodadi
SEPI – Tempat kantor Biro Umroh PT Muhajir Insani sekaligus rumah tinggal milik Sutar di Desa Ngembak, Kecamatan Purwodadi

GROBOGAN – Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Hal itulah yang dialami oleh Sutar, Pimpinan Biro Umroh PT Muhajir Insani Grobogan.

Dia gagal memberangkatkan 13 warga Desa Teguhan, Kecamatan Grobogan untuk berangkat Umroh di Madinah dan Makkah.

Ketika wartawan ini kerumahnya di Desa Ngembak, Kecamatan Purwodadi terlihat sepi. Rumahnya terbuat dari kayu.

Depan rumahnya ada bekas kantor Biro Travel Umroh PT Muhajir Insani. Kantornya sudah lama tutup. Pintunya terkunci. Dalamnya hanya tumpukan berkas kertas dan seperangkat meja kursi.

Sutar juga menjadi Ketua 06/RW 1 Desa Teguhan, Kecamatan Purwodadi. Saat masuk ke dalam rumah hanya disambut Sutar sendirian. Orangnya sudah tua. Namun, logat bicaranya masih lancar dan badannya masih sehat. Dia memakai kemeja batik dan memakai sarung motif kotak-kotak.

Kasus tidak berangkatnya 13 warga Desa Teguhan, Kecamatan Grobogan mengaku sudah membayar di provider tiket, visa, pesawat, hotel tetapi tidak dikeluarkan. Ada kuitansi pembayaranya.

”Yang sudah masuk Rp 215 juta ke Bandung (Biro Travel Al Ajwa). Namanya Al Ajwa Biro Umroh pada awal tahun 2025,” kata Sutar kepada koran ini.

Dari pembayaran yang telah disetor dari Biro Travel Al Ajwa Bandung mengaku bahwa tiket dan visa belum keluar. Saat ini, dirinya masih mengurusi kembali ke biro travel.

Adanya gagal berangkat tersebut, warga Desa Teguhan Kecamatan Grobogan melaporkanya ke Polres Grobogan. Pihaknya sudah mengetahui dan akan menghadapinya.

”Belum (ada pemeriksaan Red). Saya berharap akan saya berangkatkan lagi agar uang kembali lagi,” Terang dia.

Sutar mengaku juga sebagai korban penipuan dari agen biro travel Umroh lainnya. Sebab, saat awal tahun 2025 kantor dari Biro Travel di Bandung masih buka. Namun, beberapa waktu kemudian tutup.

”Saya juga jadi korban penipuan,”tandasnya.

Dalam perjalanan biro Umroh tersebut belum bisa berangkat umroh kedua kalinya. Saat pertama gagal berangkat pada tahun 2023 dari warga Desa Ngembak, Kecamatan Purwodadi. Namun, saat itu bisa disusul diberangkatkan lagi. 

Terpisah Kepala Desa Ngembak, Kecamatan Purwodadi Awang Ayudha Kiswara mengatakan, kasus adanya gagal berangkat umroh dari PT Muhajir Insani dari warganya tersebut tidak hanya sekali. Tetapi pernah terjadi pada Tahun 2023 lalu ada empat warga Desa setempat juga tidak bisa berangkat.

”Warga sudah bancaan enam atau tujuh kali bancaan syukuran. Sudah dijanjikan tiket dan yang lainya tapi tidak jadi. Padahal sudah sewa bus dan yang lainya,” kata Awang.

Mengetahui ada kejanggalan tersebut pihaknya mengecek ke data bea cukai untuk visa umroh atas warga Desa Ngembak, Kecamatan Purwodadi.

Ketika dicek tidak ada. Selanjutanya melakukan mengecek di Biro Umroh di Bekasi Jakarta. Setelah dicek kantor biro tersebut kosong dan tidak ada penghuninya.

”Saya meminta ada pertanggungajawaban. Dari pihak Biro mengaku bahwa gagal berangkatkan umroh dan dilaporkan ke Polres Grobogan. Setelah dilaporkan ke Polres ini kok ada lagi gak bisa berangkat lagi,” terang dia.

Dalam kasus tersebut mengaku kasihan kepada tokoh agama yang menjadi marketing biro Umroh. Sehingga yang dirugikan tidak hanya jamaah tetapi juga tokoh agama. (mun)

Editor : Mahendra Aditya
#korban penipuan #polres grobogan #PT Muhajir Insani #gagal umroh