GROBOGAN – Sebuah mortir aktif ditemukan di area persawahan Lingkungan Gempol Payung, Kelurahan Purwodadi, Kabupaten Grobogan.
Temuan berbahaya itu bermula dari aktivitas mencangkul sawah yang dilakukan seorang petani.
Danramil 01/Purwodadi Kapten Inf Miftachul Huda menuturkan, peristiwa tersebut bermula pada Senin (29/12).
Saat itu, seorang petani bernama Darmo yang tengah menggarap sawah milik Sabar, mendapati mata cangkulnya mengenai benda keras yang tertanam di dalam tanah.
“Awalnya dikira hanya batu atau botol bekas. Karena tidak curiga, benda itu sempat diangkat dan diletakkan di galengan sawah,” kata Kapten Inf Miftachul Huda.
Menurutnya, hujan deras yang mengguyur wilayah Purwodadi pada malam harinya justru membuat bentuk benda tersebut semakin terlihat jelas.
Selasa (30/12) pagi, petani yang menemukan benda itu mulai menyadari bahwa temuannya menyerupai bom atau mortir.
Merasa khawatir, penemu mortir kemudian melaporkan temuannya kepada pemilik sawah.
Informasi itu berlanjut pada Selasa malam, saat pemilik sawah menceritakan kejadian tersebut kepada ponakannya, Nanang.
“Pada Rabu (31/12), laporan itu masuk ke Polsek Purwodadi, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Petugas langsung mengecek lokasi dan memasang garis polisi agar area aman,” jelasnya.
Kapten Miftachul Huda menambahkan, laporan tersebut kemudian diteruskan secara berjenjang hingga ke Kodim 0717/Grobogan.
Menindaklanjuti hal itu, pihaknya segera berkoordinasi dengan Tim Harpal Kodam IV/Diponegoro untuk penanganan lanjutan.
“Kami tidak ingin ambil risiko. Begitu dipastikan itu mortir aktif, kami langsung berkoordinasi dengan satuan atas agar ditangani tim ahli,” ujarnya.
Evakuasi mortir dilakukan pada Kamis (1/1). Aparat gabungan dari TNI dan Polri bersama Tim Harpal Kodam IV/Diponegoro turun langsung ke lokasi.
Area persawahan disterilkan sebelum mortir aktif jenis 81 Tampela tersebut dievakuasi.
“Alhamdulillah proses evakuasi berjalan lancar dan aman. Tidak ada warga yang terdampak,” kata Kapten Miftachul Huda.
Mortir aktif itu kemudian dibawa ke Denpal Kodam IV/Diponegoro untuk penanganan lebih lanjut sesuai prosedur.
Ia juga mengapresiasi sikap warga yang tidak bertindak gegabah dan memilih melapor kepada aparat.
Kapten Miftachul Huda mengimbau masyarakat agar segera melapor jika menemukan benda mencurigakan. “Jangan disentuh atau dipindahkan. Cukup lapor ke aparat setempat,” tegasnya.
Hingga seluruh rangkaian evakuasi selesai, situasi di sekitar lokasi penemuan mortir dinyatakan aman dan kondusif, sementara aktivitas warga kembali berjalan normal. (int)
Editor : Ali Mustofa