Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Orang Tua Balita di Putatsari Grobogan Waswas Terima Menu MBG

Intan Maylani Sabrina • Senin, 15 Desember 2025 | 02:05 WIB

 

Ilustrasi menu MBG
Ilustrasi menu MBG

GROBOGAN - Dugaan keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi pada Kamis (11/12) yang terjadi di delapan posyandu Desa Putatsari Kecamatan Grobogan membuat salah satu orang tua korban trauma.

Hal itu diungkapkan Risna, yang kedua anaknya menerima makanan dari Posyandu Karangjati pada Kamis (11/12).

Risna mengungkapkan bahwa kedua anaknya yang masih balita, masing-masing berusia 4,5 tahun dan 1,5 tahun, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan MBG yang dibagikan melalui posyandu setempat.

Risna menjelaskan, makanan MBG untuk balita di wilayahnya rutin didapatkan setiap hari Senin dan Kamis. Pada Kamis (11/12/2025), ia menerima paket makanan sekitar pukul 12.00 WIB.

“Yang usia 4,5 tahun langsung dimakan. Kalau yang usia 1,5 tahun dimakan sekitar setengah jam setelah datang, kira-kira jam 12.20-an. Tapi yang kecil cuma makan ayamnya saja, tidak makan kuah, itu pun sedikit,” ujar Risna.

Menu MBG saat itu berupa soto bening dengan ayam suir. Namun, ia menduga ayam yang disajikan sudah tidak layak konsumsi.

“Kurang tahu ya, tapi kalau menurut saya sih ayamnya yang sudah busuk,” ungkapnya.

Gejala mulai muncul pada sore hingga malam hari. Anak Risna yang berusia 1,5 tahun mengalami muntah sejak sore hingga malam, namun belum langsung dibawa berobat karena dikira masuk angin.

Sementara itu, anaknya yang berusia 4,5 tahun menyusul mengalami keluhan serupa dan akhirnya dibawa ke klinik terdekat sekitar pukul 21.00 WIB.

“Ternyata bukan cuma anak saya. Banyak tetangga dan saudara juga keracunan,” katanya.

Risna menambahkan, pada Jumat (12/12/2025), pihak SPPG mendatangi rumah warga dan mengganti biaya pemeriksaan bagi korban yang berobat.

“Diganti uang periksa sekitar Rp 50 ribu per orang,” ujarnya.

Meski kedua anaknya kini telah pulih, Risna mengaku masih merasa trauma. “Sudah sembuh alhamdulillah. Cuma saya yang trauma. Kalau dibiarkan saja takutnya sistem masaknya tidak diperbaiki,” imbuhnya. (int)

Editor : Mahendra Aditya
#grobogan #Mbg