GROBOGAN- KAI Daop 4 Semarang terus mematangkan kesiapan prasarana serta fasilitas pelayanan menjelang masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Salah satu fokus utama dalam pengecekan tahun ini adalah tujuh titik rawan di wilayah Grobogan yang masuk kategori daerah pantauan khusus (Dapsus) karena memiliki potensi gangguan keselamatan pada musim hujan.
Pengecekan menyeluruh dilakukan pada Rabu (10/12) oleh Kepala Daop 4 Semarang, Suharjono, bersama jajaran manajemen, personel Quality Control (QC), serta Unit Pelaksana Teknis (UPT).
Rombongan menggunakan Lori Dresin menelusuri lintas Semarang–Gundih hingga Gambringan. Setiap stasiun yang dilewati—baik yang melayani penumpang maupun tidak—dihentikan untuk peninjauan fasilitas, layanan, dan kondisi lapangan.
Kepala Daop 4 Semarang, Suharjono, menjelaskan bahwa pemantauan tujuh titik rawan di Grobogan menjadi perhatian khusus mengingat wilayah tersebut kerap dilalui kereta dengan frekuensi tinggi dan memiliki karakteristik geologi yang dinamis.
“Tujuh titik rawan di lintas Gundih–Gambringan kami tempatkan dalam pengawasan intensif. Titik-titik ini memiliki potensi gangguan seperti pergerakan tanah, genangan, hingga longsor.
Kami memastikan seluruh langkah mitigasi berjalan, baik dari sisi pemantauan berkala, kesiapan peralatan siaga, hingga kehadiran petugas lapangan,” jelasnya.
Pemeriksaan jalur dilakukan secara detail, mulai dari kondisi rel, sambungan, dan balas; pemeriksaan wesel; keandalan drainase; hingga pengecekan titik-titik yang sebelumnya tercatat pernah mengalami gangguan.
Di stasiun, peninjauan meliputi peron, papan informasi, ruang tunggu, fasilitas keselamatan, penerangan, hingga kebersihan lingkungan.
Selain memastikan aspek teknis prasarana, Kepala Daop 4 juga memberikan pengarahan langsung kepada petugas di tiap stasiun yang disinggahi.
Arahan tersebut menekankan pentingnya kedisiplinan, ketelitian pemeriksaan, ketepatan komunikasi antarpetugas, serta kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem.
“Kami ingin memastikan seluruh petugas bekerja dalam standar keamanan tertinggi. Saat Nataru, ritme operasional meningkat, sehingga setiap potensi gangguan harus dipetakan dan diminimalkan sejak awal,” imbuhnya.
Di titik-titik rawan, tim melakukan verifikasi terhadap kelayakan tanggul penahan, kondisi tebing, aliran air, hingga kesiapan akses darurat.
Beberapa lokasi juga dipasang alat pemantau tambahan untuk mempercepat deteksi dini bila terjadi anomali pergerakan tanah atau cuaca.
Pengecekan lintas dan stasiun ini merupakan bentuk komitmen KAI Daop 4 Semarang dalam memastikan perjalanan kereta api selama masa puncak libur akhir tahun dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman, serta mengurangi potensi gangguan yang dapat mempengaruhi keselamatan perjalanan. (int)
Editor : Mahendra Aditya