Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Diduga Tidak Bisa Berenang, Pelajar Tenggelam saat Mandi di Sungai Glugu Grobogan, Tim Gabungan Lakukan Pencarian

Sirojul Munir • Rabu, 3 Desember 2025 | 22:19 WIB
PENCARIAN – Tim BPBD Grobogan bersama relawan dan Sat Sabhara Polres Grobogan lakukan pencarian korban tenggelam di Sungai Glugu Dusun Sendangsari, Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh.
PENCARIAN – Tim BPBD Grobogan bersama relawan dan Sat Sabhara Polres Grobogan lakukan pencarian korban tenggelam di Sungai Glugu Dusun Sendangsari, Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh.

GROBOGAN – Salah seorang pelajar Kecamatan Toroh tenggelam di sungai Glugu, Dusun Sendangsari, Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh, Rabu (3/12).

Korban tenggelam bernama Nizam Wicaksono, 15, warga Dalon Desa Karanganyar, Kecamatan Geyer siswa kelas X santri Ponpes Darul Falah Ki Ageng Mbodo Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh.

Muhammad Abdul Khoerudin Kasi Kedaruratan BPBD Grobogan mengatakan, informasi yang diterima BPBD Grobogan terima laporan sekitar pukul 11.30 WIB ada laporan ada anak tenggelam.

Sebelum kejadian korban bersama tiga temanya jadi saksi sedang berenang dan hilang tenggelam.

”Saat kejadian berenang di sungai Glugu sungai dengan arus deras. Korban diduga tidak bisa berenang dan tenggelam,” kata Khoirudin.

Setelah mendapatkan laporan tim BPBD Grobogan bersama Babinsa, Bhabinkantibmas, relawan dan Sat Sabhara Polres Grobogan untuk melakukan pencarian korban.  

Pencarian menggunakan satu alat perahu karet dan melakukan pencarian penyusuran sungai dengan menggunakan Standart Operasional Prosedur (SOP) untuk melakukan pencarian.

”Informasi yang kami dapat korban sedang mandi bersama tiga teman lainya dan  korban tenggelam karena tidak bisa berenang,” terang dia.

Dalam pencarian korban tenggelam BPBD Grobogan melakukan penyisiran korban sepanjang 200 meter dari lokasi tempat kejadian korban tenggelam.

Proses pencarian korban juga dibantu dari Santri Ponpes Darul Falah Ki Ageng Mbodo dengan berenang menyusuri sungai menggunakan pohon pisang.

”Pencarian hari pertama kami lakukan dengan penyusuran sungai sampai dapat,” tandasnya.

Sementara itu, kejadian tersebut menjadikan ratusan warga di Desa setempat berduyun-duyun ingin melihat prosesi pencarian korban tenggelam.

Mereka menunggu di bibir sungai sambil melihat dan mendoakan agar korban cepat ditemukan. (mun).

Editor : Ali Mustofa
#santri 2025 #tidak bisa berenang #ponpes darul falah #korban tenggelam 2025