Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Peringatan Hari Guru di Grobogan Diwarnai Pemecahan Dua Rekor Muri Penulisan Buku dan Aksara Jawa

Sirojul Munir • Senin, 1 Desember 2025 | 22:05 WIB
FOTO BERSAMA – Wakil Bupati Grobogan Sugeng Prasetyo, Forkopinda, Kepala Dinas Pendidikan Purnyomo dan Seribu Guru Penulis Buku foto bersama usai mendapatkan penghargaan rekor MURI di Purwodadi
FOTO BERSAMA – Wakil Bupati Grobogan Sugeng Prasetyo, Forkopinda, Kepala Dinas Pendidikan Purnyomo dan Seribu Guru Penulis Buku foto bersama usai mendapatkan penghargaan rekor MURI di Purwodadi

GROBOGAN –  Rangkaian Hari Guru Nasional dan HUT Korpri di alun – alun Purwodadi, Senin (1/12) kembali mencatatakan prestasi membanggakan dengan mendapatkan dua rekor Museum Rekor Indoensia (MURI).

Yaitu Penyelenggara Buku Karya Guru dan Tenaga Kependidikan Terbanyak ber-QRCBN, 1.181 Buku dan Penulisan Pepali Ki Ageng Aksara Jawa Terbanyak oleh 1.045 Guru dan Kepala Sekolah.

Penyerahan Rekor MURI diserahkan langsung Kepala Rekor MURI Jawa Tengah Ari Adnriyani kepada Wakil Bupati Grobogan Sugeng Prasetyo atas penyelenggara Buku Karya Guru dan Tenaga Kependidikan Terbanyak ber-QRCBN, 1.181 Buku.

Kemudian Rekor MURI Penulisan Pepali Ki Ageng Aksara Jawa Terbanyak oleh 1.045 Guru dan Kepala Sekolah diserahkan kepada Ketua DPRD Grobogan Lusia Indah Artani.

Penghargaan pigama Rekor MURI juga diberikan Kepada Kepala Dinas Pendidikan Grobogan Purnyomo sebagai penginisiasi Gema Rusa Menuku (Gerakan Bersama Guru Bisa Menulis Buku) dan penghargaan kepada Penulis Aksara Jawa Terbanyak di berikan kepada Ajar Kuncara Ratna dari guru SD Lemah Putih, Kecamatan Brati.

Setelah penyerahan Rekor MURI juga dibagikan buku karya guru TK, SD dan SMP Kabupaten Groboga kepada tamu undangan dan Forkopinda.

Kepala Rekor MURI Jawa Tengah Ari Andriyani mengatakan, penghargaan Rekor MURI di Kabupaten Grobogan mendapatkan dua rekor MURI sebagai Penyelenggara Buku Karya Guru dan Tenaga Kependidikan Terbanyak ber-QRCBN, 1.181 Buku dan Penulisan Pepali Ki Ageng Aksara Jawa Terbanyak oleh 1.045 Guru dan Kepala Sekolah.

”Khsusus penulis Aksara Jawa namun dikukuhkan tingkat nasional namuni juga dikukuhkan Dunia. Selamat kepada atas penghargaan ini dan penghargaan diberikan kepada Pemkab Grobogan dan Dinas Pendidikan Grobogan," kata dia.

Dalam kesempatan tersebut juga dibacakan Pepali Ki Ageng Selo yang berjumlah tujuh.

Ketujuhnya yakni aja agawe angkuh (jangan angkuh), aja ladak lan jail (jangan bengis dan jahil), aja ati serakah (jangan serakah atau tamak).

Kemudian aja celimut (jangan panjang tangan), aja buru aleman (jangan memburu pujian), aja ladak wong ladak pan gelis mati (jangan angkuh, orang angkuh cepat mati), dan aja ati ngiwo (jangan nyeleweng).

Kepala Dinas Pendidikan Grobogan Purnyomo menyampaikan, agenda pemecahan rekor MURI itu merupakan terinspirasi dirinya sebelum menjadi Kepala Dinas Pendidikan Grobogan atau masih menjabat sebagai Kepala SMP N 1 Purwodadi.

Maka dirinya meningkatkan kompetensi guru dengan menulis buku..

”Alhamdulillah, dari target 10.045  orang guru. Dari target kami bisa bisa menulis 1.000 buku ternyata mampu menghasilkan lebih dari 1000 buku,” kata Purnyomo.

Dalam kesempayan itu, pihaknya juga terima kasih pada guru yang sudah bekerja keras mewujudkan rekor MURI ini. Tidak hanya tingkat nasional tetapi juga pada tingkat dunia.

Wakil Bupati Grobogan Sugeng Prasetyo memberikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan atas diraihkan dua rekor MURI.

Pihaknya juga mengajak seluruh guru, pendidik dan tenaga kependidikan, tingkatkan kualitas pendidikan, bersikap terbuka dan adaptif terhadap perubahan, serta terus menjaga kemitraan yang strategis dan konstruktif dengan pemerintah daerah. (mun)

 

Editor : Ali Mustofa
#literasi #seribu buku #rekor MURI 2025 #Dinas Pendidikan Grobogan #Wakil Bupati Grobogan Sugeng Prasetyo