Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Uang Tunai Rp 25 Juta Ludes dalam Kebakaran Dua Rumah di Mlowokarangtalun Grobogan

Intan Maylani Sabrina • Minggu, 30 November 2025 | 00:41 WIB
TERBAKAR: Dua rumah di Desa Mlowokarangtalun ludes dilalap si jago merah.
TERBAKAR: Dua rumah di Desa Mlowokarangtalun ludes dilalap si jago merah.

GROBOGAN – Kebakaran hebat menghanguskan dua rumah milik Karyono (61), warga Dusun Coran, Desa Mlowokarangtalun, Kecamatan Pulokulon, Sabtu dini hari (29/11/2025).

Selain bangunan rumah, uang tunai Rp 25 juta milik korban turut ludes terbakar dalam peristiwa yang dipicu dugaan konsleting listrik tersebut.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 03.15 WIB saat korban baru bangun tidur untuk bersiap salat Subuh.

Saat membuka pintu kamar, ia melihat kobaran api di bagian pojok kiri atas rumah yang telah menjalar ke atap.

Karyono segera membangunkan istrinya, Supini (60), dan keduanya berteriak meminta pertolongan.

Teriakan itu didengar tetangga, Adam Kolik (54), yang langsung mendatangi lokasi. Melihat api membesar cepat tertiup angin, Adam kembali berteriak memanggil warga lain.

Tak lama, warga termasuk Ridho Setyono (36) berdatangan dan bahu-membahu memadamkan api dengan peralatan seadanya serta air dari rumah sekitar.

Upaya warga berlangsung hampir dua jam sebelum mobil pemadam kebakaran datang sekitar pukul 05.00 WIB.

Kepala Desa Mlowokarangtalun, Wahyu Hudiyono (51), kemudian melaporkan kejadian ini ke Polsek Pulokulon.

"Dua rumah berbentuk limasan dengan tiang kayu jati berukuran 12 cm x 12 cm x 300 cm itu habis dilalap api. Selain bangunan rumah dan perabotan, uang tunai Rp 25 juta yang tersimpan di dalam rumah juga tidak dapat diselamatkan. Total kerugian ditaksir mencapai Rp 175 juta," ungkap Kades Mlowokarangtalun.

Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh Unit Identifikasi Polres Grobogan menemukan bahwa bangunan rumah korban sebagian besar terbuat dari kayu dan dinding hebel.

Pada instalasi listrik ditemukan sambungan dan steker yang tidak menggunakan kabel berstandar SNI. Titik awal api berada di dekat tumpukan jerami kering yang digunakan sebagai pakan sapi.

"Jerami inilah yang membuat api cepat membesar dan menjalar ke seluruh bangunan," ungkapnya.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Polsek Pulokulon turut mengimbau masyarakat untuk memastikan seluruh instalasi listrik rumah menggunakan kabel dan peralatan berstandar keamanan, serta menjauhkan bahan mudah terbakar dari sumber listrik guna mencegah kejadian serupa terulang. (int)

Editor : Mahendra Aditya
#grobogan #pulokulon