Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Petugas PT POS Terbatas Warga Menunggu Pencairan Bansos Kemensos Nunggu Sampai Tiga Jam

Sirojul Munir • Rabu, 26 November 2025 | 22:06 WIB
ANTRI – Ratusan warga Kecamatan Grobogan berdesakan menunggu pencairan program bantuan sosial kemensos PJ di Balai Desa Kelurahan Grobogan, kemarin.
ANTRI – Ratusan warga Kecamatan Grobogan berdesakan menunggu pencairan program bantuan sosial kemensos PJ di Balai Desa Kelurahan Grobogan, kemarin.

GROBOGAN – Ratusan warga dari Kecamatan Grobogan dari enam Desa rela berdesakan menunggu pencairan program bantuan sosial Kemensos PJ di balai Desa Kelurahan/Kecamatan Purwodadi, Rabu (26/11).

Untuk pencairan bantuan sosial warga harus antri sampai tiga jam lebih untuk pencairan dana tersebut sejak pukul 08.00 WIB sampai pukul 11.00 WIB.

Mereka rela antri untuk mendapatkan giliran dipanggil oleh petugas PT POS di lokasi.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus ini, ada empat petugas PT POS di lokasi. Setiap petugas harus memeriksa satu persatu warga penerima bantuan sebesar Rp 900 ribu.

Setiap warga wajib membawa identitas diri KTP (Kartu Tanda Penduduk) dan Kartu Keluarga (KK).

Setelah data dicocokan sesuai dengan penerima maka bantuan bisa dicairkan.

Selanjutnya setiap penerima difoto satu persatu dengan memperlihatkan KTP dan uang yang diterima.

Pembagian di Kecamatan Grobogan sesuai jadwal pembagian bansos  dibagi selama tiga hari.

Hari Pertama Rabu (26/11) melayani enam Desa yaitu Desa Karangrejo, Desa Sumberjatipohon, Desa Teguhan, Desa Sedayu, Kelurahan Grobogan dan Desa Ngabenrejo.

Jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) ada 1.781 KPM.

Waktu pengambilan dimulai pukul 08.00 sampai 12.00 WIB. Sedangkan hari kedua, Kamis (27/11) melayani pencairan tiga Desa di Desa Lebak, Lebengjumuk dan Putatsari.

Jumlah penerima ada 1.714 KPM. Kemudian hari ketiga Jumat (28/11) melayani tiga Desa untuk Desa Getasrejo, Rejosari, dan Tanggungharjo. Jumlah penerima ada 746 KPM.

Niken salah satu penerima bansos Kemensos mengaku senang ada bantuan lagi dari pemerintah untuk warga kurang mampu.

Bantuan yang diterima sebesar Rp 900 ribu berupa uang tunai. Bantuan tersebut rencana buat belanja kebutuhan pokok.

”Alhamdulilah tadi dapat Bansos lagi pak. Tapi antrinya pajang. Saya antri mulai jam 08.00 pagi dan baru dilayani jam 11.00 siang. Petuga sedikit dan antrianya banyak sekali,” kata Niken.

Hal sama juga diungkapkan Sumiyati warga Desa Karangrejo, Kecamatan Grobogan harus antri mulai jam 08.15 WIB tetapi jam 11.00 WIB belum dapat panggilan.

Dia sudah menunggu tiga jam.  Namun belum dapat panggilan.

”Tadi saya sudah antri sejak pagi belum dapat panggilan. Saya diminta bawa KTP dan KK,” kata Sumiyati.

Dari bantuan sosial yang diterima akan mendapatkan uang tunai sebesar Rp 900 ribu.

Uang tersebut akan dibelikan kebutuhan bahan pokok setiap hari dan membayar biaya sekolah anak.

”Iya nanti buat beli beras dan yang lainya mas untuk kebutuhan setiap hari,” aku Sumiyati.

Kepala Dinas Sosial Grobogan Indri Agus Velawati berharap warga penerima bansos Kemensos agar dilakukan dengan bijak untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Sehingga bansos yang diberikan benar bermanfaat dan tidak digunakan untuk kegiatan primer, judi online dan yang lainya.

”Nanti setiap rekening penerima bantuan sosial ini dipantau oleh Kemensos dan PPATK. Sehingga jika digunakan tidak semestinya seperti judi online dan yang lainya akan terdeteksi dan akan rekening akan diblokir serta penerima akan dicabut haknya,” terang dia. (mun)

Editor : Ali Mustofa
#dinas sosial grobogan #KPM (Keluarga Penerima Manfaat) #BLT 2025 #bansos Kemensos 2025 #pt pos indonesia #antri