GROBOGAN – Progres rehabilitasi Masjid Jabalul Khoir Simpang Lima Purwodadi menunjukkan capaian signifikan, namun Pemkab Grobogan menegaskan bahwa kecepatan bukan satu-satunya prioritas.
Kenyamanan jamaah, terutama kelompok rentan, menjadi perhatian utama dalam pembangunan rumah ibadah tersebut.
Sekda Grobogan Anang Armunanto menegaskan pentingnya menghadirkan masjid yang benar-benar ramah bagi semua kalangan.
Saat meninjau progres rehabilitasi, ia meminta agar desain masjid tidak hanya memenuhi standar teknis. Tetapi juga menjamin akses setara bagi lansia, ibu hamil, hingga penyandang disabilitas.
Salah satu fokusnya adalah jalur landai (ramp). "Ramp bukan sekadar pemenuhan aturan kemiringan, tetapi harus nyaman digunakan, aman, dan menyatu secara estetis dengan area wudu dan ruang salat," imbuhnya.
Penempatan, kemiringan, serta koneksi ramp ke area ibadah harus benar-benar memudahkan pergerakan jamaah. Ia juga mengingatkan agar sistem drainase tetap optimal agar area masjid tidak licin dan tetap nyaman.
Sementara itu, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Grobogan sekaligus PPKOM, Ahmad Taufik Nur, melaporkan bahwa progres rehabilitasi berjalan lebih cepat dari target.
Memasuki pekan ke-12 periode 10–16 November 2025, progres pekerjaan mencapai 82,705 persen, melampaui rencana 62,98 persen.
Dengan waktu pelaksanaan 120 hari, pekerjaan telah berjalan 81 hari dan masih menyisakan 39 hari, sehingga deviasinya tercatat positif 19,717 persen.
"Meski begitu, tantangan saat pekerjaan tetap ada. Karena mereka tetap harus menyesuaikan aktivitas masjid yang setiap hari digunakan untuk ibadah. Maka bagian dalam masjid dikerjakan terlebih dahulu dan baru setelah selesai pekerja dapat berpindah ke serambi depan, agar tidak mengganggu jamaah," imbuhnya.
Pemkab Grobogan berharap rehabilitasi ini tidak hanya memperbaiki fisik bangunan, tetapi benar-benar menghasilkan ruang ibadah yang inklusif, nyaman, dan aman bagi seluruh lapisan masyarakat.
Masjid Jabalul Khoir diharapkan menjadi contoh fasilitas publik yang fungsional sekaligus manusiawi. (int)
Editor : Mahendra Aditya