GROBOGAN – Sebanyak 17 sekolah di Kabupaten Grobogan resmi meraih Penghargaan Adiwiyata Tingkat Kabupaten 2025.
Penyerahan penghargaan dilakukan Wakil Bupati Grobogan Sugeng Prasetyo di Ruang Amarta DPMPTSP Grobogan.
Penetapan dilakukan melalui penilaian sekolah Adiwiyata oleh tim penilai setelah rangkaian verifikasi lapangan digelar pada 14, 15, 16, dan 17 Oktober 2025.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Grobogan Mokamat menjelaskan bahwa penilaian mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Program Adiwiyata.
Sekolah penerima penghargaan dinilai telah menerapkan praktik baik dalam pengelolaan lingkungan, mulai dari kebersihan sekolah, pengurangan sampah, penghematan energi dan air, hingga pembiasaan perilaku ramah lingkungan peserta didik.
"Program Adiwiyata, bukan sekadar perlombaan, tetapi upaya berkelanjutan yang terstruktur untuk menciptakan sekolah yang bersih, sehat, dan nyaman sekaligus mendorong kemandirian pengelolaan sampah serta efisiensi penggunaan sumber daya," imbuhnya.
Dalam kesempatan penyerahan penghargaan, Wakil Bupati Grobogan Sugeng Prasetyo menyampaikan apresiasi kepada seluruh sekolah yang dinilai berhasil menumbuhkan budaya peduli lingkungan.
Ia menegaskan bahwa membangun karakter peduli lingkungan bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi kebutuhan seluruh masyarakat.
Sugeng juga menyinggung soal keteladanan dalam menjaga kebersihan dengan mencontohkan Jepang sebagai negara yang mampu menciptakan budaya disiplin dan bersih, padahal tidak mengenal ungkapan “kebersihan sebagian dari iman".
Menurutnya, hal itu menunjukkan bahwa kebersihan adalah soal kemauan dan pembiasaan.
“Seharusnya kita bisa lebih baik dari itu, karena nilai-nilai budaya kita sejak lama menempatkan kebersihan sebagai bagian dari ajaran hidup sehari-hari,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar sekolah tetap fokus menjalankan program pemerintah, termasuk Menu Bergizi Gratis (MBG).
Sugeng meminta pihak sekolah tidak larut dalam isu-isu yang beredar terkait biaya penyediaan menu.
“Kalau ada yang bertanya ‘Rp10 ribu dapat apa?’, ya memang Rp 10 ribu itu untuk bahan baku. Dengan pengelolaan yang benar, menu tersebut sudah layak sebagai MBG,” tegasnya.
Sugeng menambahkan bahwa pemerintah terbuka terhadap laporan masyarakat apabila ditemukan menu MBG yang tidak layak.
Hal itu penting untuk melindungi kesehatan anak-anak dalam rangka menyiapkan Generasi Emas Grobogan.
Ia berharap penghargaan ini menjadi pemacu agar sekolah terus memperkuat peran sebagai agen perubahan lingkungan, bukan sekadar berhenti pada pencapaian prestasi.
"Apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan kualitas hidup generasi kita ke depan,” pungkasnya. (int)
Daftar Sekolah Penerima Penghargaan Adiwiyata Kabupaten Grobogan 2025
Jenjang SD/MI
1. SD Negeri 8 Purwodadi – Lulus dan Pelaksana Terbaik I
2. SD Negeri 2 Krangganharjo, Toroh – Lulus dan Pelaksana Terbaik II
3. SD Negeri 7 Wirosari – Lulus dan Pelaksana Terbaik III
4. SD Negeri Kejawan, Tegowanu
5. SD Negeri 2 Bugel, Godong
6. SD Negeri 4 Tanggungharjo, Grobogan
7. SD Negeri 1 Bendoharjo, Kradenan
8. SD Negeri 3 Grabagan, Kradenan
9. SD Negeri 1 Rambat, Geyer
10. MI Unggulan Masjid Besar Jabalul Khoir Purwodadi
Jenjang SMP/MTs
1. SMP Negeri 3 Pulokulon –Lulus dan Pelaksana Terbaik I
2. SMP Negeri 5 Atap Geyer – Lulus dan Pelaksana Terbaik II
3. SMPS Islam Integral Luqman Al Hakim Purwodadi –Lulus dan Pelaksana Terbaik III
4. SMP Negeri 2 Tanggungharjo
5. SMP Negeri 3 Satu Atap Kedungjati
6. SMP Negeri 1 Brati
7. SMP Negeri 4 Satu Atap Ngaringan