Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Dikebut, Rehab 100 RTLH di Grobogan Hampir Tuntas

Intan Maylani Sabrina • Rabu, 19 November 2025 | 15:04 WIB
MENINJAU: Petugas Disperakim Grobogan saat mengecek lokasi rehab RTLH.
MENINJAU: Petugas Disperakim Grobogan saat mengecek lokasi rehab RTLH.

GROBOGAN – Pengerjaan rehab 100 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Grobogan kini mendekati tahap akhir.

Program yang didanai melalui APBD-Perubahan 2025 itu sudah mencapai progres di atas 80 persen dan terus dipercepat agar tidak terhambat cuaca yang mulai tidak menentu.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Grobogan, Endang Sulistyonningsih, mengatakan percepatan dilakukan karena batas waktu laporan pertanggungjawaban jatuh pada awal Desember.

“Progres semuanya sudah di atas 80 persen. Kami kebut karena khawatir hujan turun lebih deras dalam waktu dekat,” ujarnya.

Ia menjelaskan bantuan senilai Rp 20 juta per unit digunakan untuk material bangunan, pelaksanaan kegiatan, dan upah tenaga kerja.

Menurutnya, RTLH bukan hanya soal memperbaiki kondisi fisik rumah, melainkan memberikan dampak langsung bagi kesehatan dan kenyamanan warga.

“Rumah yang layak adalah kebutuhan dasar. Pemerintah ingin memastikan masyarakat tinggal di hunian yang aman dan sehat, bukan sekadar berdiri secara fisik,” katanya.

Program RTLH APBD-P tahun ini tersebar di 37 desa dari 14 kecamatan, mulai dari Geyer, Gubug, Karangrayung, Kedungjati, Kradenan, Ngaringan, Penawangan, Pulokulon, Purwodadi, Tanggungharjo, Tawangharjo, Tegowanu, Toroh, Wirosari hingga Godong.

Pengerjaan yang berjalan serentak di banyak titik membuat capaian terlihat cepat, terlebih warga juga terlibat langsung dalam proses pembangunan di lingkungan masing-masing.

Endang menambahkan bahwa penanganan RTLH di Grobogan memang menunjukkan tren kuat dalam beberapa tahun terakhir.

“Setiap tahun jumlah rumah yang berhasil kami tangani cukup besar. Ini bukti komitmen pemerintah daerah, sekaligus kerja sama banyak pihak di lapangan,” jelasnya.

Pada 2021 sebanyak 1.011 rumah tertangani, tahun 2022 melonjak menjadi 1.902 unit, tahun 2023 mencapai 1.874 unit, dan pada 2024 sebanyak 1.568 unit berhasil diperbaiki.

Selain pembiayaan dari APBD-P, dukungan rehab rumah juga datang dari CSR. Kali ini dari PT Pungkook untuk 30 unit RTLH, yang pengerjaannya kini juga melewati 80 persen.

“CSR ini sangat membantu percepatan. Semua kami dorong untuk selesai tepat waktu,” kata Endang.

Dengan mayoritas pekerjaan hampir rampung, Pemkab Grobogan menargetkan seluruh pembangunan selesai sesuai jadwal sehingga warga bisa segera menempati rumah yang lebih layak, aman dan bermartabat. (int)

Editor : Ali Mustofa
#grobogan #rtlh #rehab