Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Hampir Dua Pekan! Kera Liar di Ngrandah Grobogan Akhirnya Ditangkap

Intan Maylani Sabrina • Senin, 17 November 2025 | 13:39 WIB
BERHASIL: Kera liar di Desa Ngrandah Kecamatan Toroh akhirnya ditangkap.
BERHASIL: Kera liar di Desa Ngrandah Kecamatan Toroh akhirnya ditangkap.

GROBOGAN– Drama perburuan kera liar yang meresahkan warga Desa Ngrandah, Kecamatan Toroh, Grobogan, akhirnya berujung pada penangkapan, Minggu (16/11).

Setelah sepuluh hari membuat warga kelimpungan, hewan lincah itu berhasil dijebak petugas Damkar Induk Purwodadi dengan cara yang tak biasa.

Aksi kera liar tersebut pertama kali dilaporkan pada 5 November 2025.

Sejak saat itu, hewan tersebut berkeliaran dari RT 1 hingga RT 5 Dusun Ngrandah, lalu melompat ke Dusun Ganjing. Pergerakannya tak hanya cepat, tetapi juga sulit diprediksi. Bahkan ia sempat menyelinap hingga wilayah Jambon dan merusak genting salah satu rumah warga.

“Gerakannya cepat, pindah terus. Itu yang bikin susah ditangkap,” ujar Kabid Pemadam Kebakaran Damkar Induk Purwodadi, Sulardi.

Selama berada di permukiman, kera tersebut beberapa kali membuat ulah.

Dengan memanjat atap rumah, mencomot jemuran, menyambar makanan di dapur rumah warga, hingga membongkar tumpukan sampah setelah warga berhenti memberinya makan agar lebih mudah masuk perangkap.

Sulardi—yang akrab disapa Daeng Lardi—mengungkapkan bahwa strategi penangkapan di hari terakhir merupakan ide yang muncul setelah kera itu sempat menculik seekor kucing milik warga. Dari situ, mereka mencoba menjadikan kucing sebagai umpan.

“Kucingnya kami masukkan ke peti perangkap. Suaranya ngeong terus, dan ternyata berhasil menarik perhatian,” tuturnya.

Dalam operasi terakhir tersebut, warga turut membantu. Beberapa di antaranya memegang tali pemicu jebakan dari tempat persembunyian.

Mereka mengintip dari balik bangunan sambil memantau tiap gerak sang kera. Begitu hewan itu masuk ke dalam perangkap, dua tali pemicu ditarik serentak hingga pintu peti menutup rapat.

“Alhamdulillah, akhirnya bisa tertangkap,” kata Sulardi dengan lega.

Kera tersebut langsung diamankan dan dipastikan tidak mengalami luka. Damkar kemudian menyerahkannya kepada BKSDA Rembang untuk penanganan lanjutan.

Sebelum strategi pamungkas itu berhasil, Damkar Induk Purwodadi sudah tiga kali membawa perangkap berisi umpan makanan.

Namun kera itu selalu bisa mengakali jebakan. Beberapa kali ia masuk, tetapi keluar lagi tanpa menyentuh tali pemicu.

“Kayaknya monyetnya sudah paham. Tadi masuk, tapi belum nyenggol tali sudah kabur,” kata Sulardi pada upaya sebelumnya.

Untuk memaksimalkan pencarian, tiga regu Damkar bahkan bergantian berjaga setiap hari. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Rembang juga ikut memantau pola pergerakan hewan tersebut selama proses berlangsung.

Setelah sepuluh hari aksi kucing-kucingan, drama ini akhirnya berakhir. Warga pun bisa kembali bernapas lega. (int)

Editor : Ali Mustofa
#grobogan #kera liar